Posted by: dimaswibie | May 2, 2008

Ratusan Penderita Kusta Unjukrasa di Banda Aceh

Ratusan Penderita Kusta Unjukrasa di Banda Aceh

Ratusan penderita penyakit kusta di kota Banda Aceh, Jumat (26/1), melakukan unjukrasa dalam bentuk berjalan kaki secara berkonvoi menempuh jalan-jalan utama diibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Mereka yang selama ini banyak menekuni profesi sebagai pengemis jalanan di sejumlah persimpangan jalan utama di kota Banda Aceh melakukan aksi unjukrasa secara tertib untuk menyambut peringatan hari kusta se-dunia 2007.

Dalam agenda yang disebarkan kepada pers disebutkan mereka berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman di jantung kota Banda Aceh untuk bergerak secara berkonvoi mengelilingi kota dengan tujuan di lapangan terbuka Blang Padang.

Rute perjalanan berkonvoi yang ditempuh penderita kusta itu meliputi Bundaran Simpang Lima, Pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Simpang Kodim-0101, Pendopo gubernuran Aceh, Simpang Jam dan Blang Padang sebagai tujuan akhir.

Mereka bergerak secara berkonvoi mulai pukul 09.00 WIB, termasuk anak-anak dan bayi dalam gendongan, sementara bagi yang tidak mampu berjalan kaki ikut berkonvoi dengan kendaraan becak menuju lapangan Blang Padang.

Ditengah cuaca panas di lapangan Blang Padang, para penderita kusta mendengar orasi yang sampaikan pimpinannya dengan meminta pemerintah menaruh perhatian terhadap nasib mereka dan masa depan ana-anaknya.

Yang sangat kami harapkan adanya perhatian dan kepedulian optimal dari berbagai instansi terkait, terutama pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam karena penderita kusta juga bagi dari kehidupan anak bangsa dan harus dirangkul bersama.

Dalam agenda yang ditetapkan, mereka akan bertahan di lapangan Blang Padang hingga selesai sembahyang Jumat secara berjamah sesama penderita kusta dengan imam dan pembaca kutbah dari kaumnya sendiri.

Selesai makan siang dan shalat Jumat di lapangan Blang Padang mereka membubarkan diri dan kembali ketempatnya masing-masing untuk melakukan aktivitas kembali dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Posted by: dimaswibie | May 2, 2008

Indonesia Peringkat Empat Dunia

Indonesia Peringkat Empat Dunia
untuk Penyakit Kusta

Jakarta, Sinar Harapan
Penyakit kusta tersebar di Indonesia secara tidak merata dengan angka penderita yang terdaftar sangat bervariasi menurut propinsi dan kabupaten. Secara nasional, Indonesia telah mencapai eliminasi sejak pertengahan tahun 2000.
Menurut Ketua Perhimpunan Doker Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin Prof Hardianto, untuk tingkat provinsi dan kabupaten hingga akhir tahun 2002 masih ada 12 provinsi dan 111 kabupaten yang angka prevalensinya masih di atas 1 per 10.000 penduduk. Hal itu disampaikannya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (20/1).
Secara geografis, daerah yang belum mencapai eliminasi ini sebagian besar terletak di Indonesia bagian Timur yang wilayahnya sulit dijangkau seperti Papua, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu daerah konflik seperti Nanggroe Aceh Darusalam (NAD), Maluku dan daerah dengan jumlah penduduk yang tinggi seperti Jawa Timur, Sulawesi dan Kalimantan Selatan.
Data WHO pada akhir 2001 untuk penderita kusta menunjukkan bahwa Indonesia masih menduduki peringkat ke-4 di dunia setelah India, Brazil dan Nepal. Sedangkan di wilayah Asia Tenggara jumlah penderita kusta di Indonesia menempati urutan ke-3 setelah India dan Nepal. Salah satu kendalanya adalah letak geografis yang sulit dijangkau dan penempatan dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin di daerah-daerah terpencil.
Meski demikian, dalam kurun waktu 10 tahun jumlah penderita dapat diturunkan secara drastis dari lebih 100.000 penderita menjadi kurang dari satu per enam (17.137) penderita pada Desember 2001. Khusus untuk dokter spesialis, Hardianto menambahkan 90% yang mengambil spesialis kulit dan kelamin adalah wanita. “Sulitnya, jika mereka akan ditempatkan di daerah yang jauh. Mereka sering beri alasan mengikuti tugas suami,” ujarnya.
Selain itu sistem pendidikan di Indonesia sangat kompleks. Di Indonesia ada dua jalur pendidikan yakni jalur akademik dan profesional. Jalur akademik dikenal dengan S1 sampai dengan S3, sedangkan jalur profesional mulai dari D0 sampai dengan D3. Berbeda dengan pendidikan di Inggris, di Indonesia untuk tingkat pasca sarjana tidak dikenal diploma pasca sarjana. Yang menjadi keluhan di perguruan tinggi adalah dermatoloid. Dermatoloid ini bukan spesialis penyakit kulit dan kelamin, namun sering memberikan pelayanan layaknya spesialis kulit dan kelamin.
Penyakit kusta adalah penyakit menahun yang disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium leprae). Penyakit tersebut sering menyerang syaraf tepi dan kulit. Penularan kusta secara pasti belum diketahui. Sebagian besar ahli berpendapat kusta dapat menular melalui udara dan dengan adanya kontak kulit dengan kulit penderita yang berlangsung lama. Kusta yang menular adalah kusta tipe basah yang belum mendapat pengobatan. Masa inkubasinya berlangsng lama, rata-rata 2-5 tahun bahkan bisa mencapai 40 tahun.
Penyakit ini merupakan penyakit yang sudah lama ada di dunia. Dari literatur diketahui bahwa di India, kusta sudah ada sejak 600 sm dan di Cina ditemukan pada 400 SM. Kata kusta sendiri berasal dari bahasa sansekerta yang berarti hilangkan. Pada zaman dahulu dimana pengobatan belum ada, maka beberapa penderita dibakar hidup-hidup atau ditenggelamkan. Rasa takut kusta masyarakat sangat tinggi karena penderita kusta tanpapengobatan mengakibatkan cacat yang mengerikan.

Dua Tipe
Kusta memiliki 2 tipe yakni tipe kering atau paucibacillary (PB) dan tipe basah atau multibacillary (MB). Tanda-tanda dini dari PB adalah adanya bercak seperti panu mati rasa pada kulit, sedangkan untuk tipe MB adalah adanya penebalan kulit atau bentol-bentol kecil kemerahan yang mula-mula kurang terasa dan lama kelamaan menjadi mati rasa. Dengan ditemukannya pengobatan kombinasi rifampicin, lampren dan dapson, maka penyakit kusta dapat disembuhkan. Bila penyakit ini cepat ditemukan, maka pengobatan dapat mudah dilakukan dan penderita sembuh tanpa cacat. Namun jika terlambat, maka penderita akan sembuh tetapi mengalami kecacatan.
Saat ini tidak sedikit penderita kusta berada di jalan-jalan sebagai pengemis. Menurut Suharno, salah seorang direktur dari Departemen Sosial mengatakanpara penderita kusta yang sering menjadi pengemis di jalan-jalan telah melanggar norma masyarakat dengan memanfaatkan kecacatannya guna mendapatkan penghasilan yang lebih baik bila dibandingkan menjadi petani atau peternak yang dikelola oleh panti.
Pembinaan yang dilakukan di panti dilakukan sesuai dengan norma masyarakat. “Jadi apa yang dilajkukan penderita kusta di jalan-jalan seperti menjadi pengemis merupakan sebuah pelanggaran norma kehidupan,” kata Suharno.

Posted by: dimaswibie | May 2, 2008

Apakah Penyakit Kusta Itu?

Apakah Penyakit Kusta Itu?



Pernakah anda mendengar tentang Penyakit Kusta? Penyakit bentuk apakah itu? berasal dari kutukankah? atau guna-guna? Percayakah anda KUSTA bisa sembuh?

Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang biasa terlontar dari mulut orang awam yang belum kenal dan mengerti apa itu penyakit kusta.
KUSTA adalah penyakit yang disebabkan kuman/bakteri yang bernama (mycobacterium Leprae), penyakit ini menyerang saraf tepi seseorang yang akhirnya meyebabkan syaraf tepi orang tersebut menjadi mati rasa (tetapi jika berobat cepat hal ini dapat dicegah), penyakit kusta ini adalah penyakit menular yang penularannya tidak gampang, sebab menurut penelitian tidak semua manusia di dunia yang bisa terinfeksi penyakit Kusta, buktinya banyak kita tidak tahu jika sudah berhubungan sosial dengan orang lain tetapi tidak tahu jika orang tersebut adalah penderita kusta……. Tapi kok tidak kena kusta sampai sekarang?? Iya kan… contohnya dokter dan perawat, jadi hanya jenis antibody tertentu yang dapat kena penyakit ini.

Ciri-ciri umum penyakti KUSTA adalah bercak putih kemerahan (seperti panu) yang mati rasa dan terkadang di tepinya terdapat penebalan seperti kurap. Jika bercak ini lebih dari 5 maka itu disebut tipe kuman yang banyak biasa disebut MULTI BASILAR/MB, sedangkan jika bercaknya kurang dari 5 maka disebut PAUSI BASILAR/PB (Bukan Fausi Badila hehehe….) dikatakan basil sebab kumannya berbentuk batang.

Pengobatan KUSTA disebut MULTI DRUGS TREATMENT (MDT). Cara pengobatan penyakit KUSTA adalah dengan pengobatan rutin/setiap hari, untuk tipe Pausi Basilar/PB membutuhkan pengobatan 6 (enam) bulan, sedangkan untuk tipe Multi Basilar/MB membutuhkan pengobatan selama 1 (satu) tahun. Wahhh…. Lama benar yaaa?? Lah iya lah ini kan untuk mematikan kuman yang ada didalam badan yang juga perkembangannya cukup lama sebab perkembangan kusta bisa sampai 5 tahun, tetapi jika seorang penderita kusta sudah meminum obat maka kuman kusta itu sudah tidak dapat lagi menular ke orang lain, bagaimana dengan hewan? Hewan tidak dapat menularkan penyakit ini kemanusia. Oh iya obat kusta sudah GRATIS bisa didapat di puskermas atau rumah sakit milik pemerinta, tetapi ini bukan obat murah tetapi obat ini bantuan dari organisasi kesehatan dunia.
Kebanyakan penderita kusta mengalami kecacatan disebabkan keterlambatan orang tersebut untuk meminum obat atau meminum obat itu dengan tidak sempurna atau pengobatannya tidak tuntas, jika penderita meminum obat dengan cepat maka kecacatan akibat saraf tepi yang mati tadi dapat di cegah atau dihindari.

Posted by: dimaswibie | May 2, 2008

Faktor Resiko Penyakit Jantung

Faktor resiko penyakit jantung meningkat

Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas 2004) kerjasama Promkes Depkes, Litbang dan BPS tahun 2004 hasilnya memprihatinkan. Tiga factor resiko utama yang saling terkait sebagai penyebab penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, stroke yaitu kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, makan tidak seimbang, kegemukan, diet rendah serat/kurang buah dan sayur & tinggi kalori/lemak hewani dll terus meningkat.

Anak mulai merokok.
Persentase penduduk umur 15 tahun keatas tidak merokok 66% dibanding Susenas 2001 & 2003 menurun 2% berarti perokok naik. Begitupun pada tahun 2004 anak umur 10 tahun mulai merokok, piknya pada umur 15-19 th. 59,1%.

Lebih dari 57% setiap rumah tangga mempunyai sedikitnya seorang perokok dalam rumahnya dan 91,8% mereka merokok dirumah. Saat ini terdapat +43 juta anak & Ibu sebagai perokok pasif. Perokok wanita 1,4% tahun 2001 menjadi 1,7% di tahun 2003 dan menjadi 4,5% tahun 2004.

Penduduk kurang gerak
Sebagian besar 85% penduduk umur 15 tahun keatas kurang beraktivitas fisik dan hanya 6% penduduk yang cukup beraktivitas fisik untuk sehat. Penduduk wanita kurang beraktivitas fisik 87% lebih tinggi daripada laki-laki 83% diperkotaan lebih tinggi daripada pedesaan. Kelompok kurang gerak terdapat pada strata masyarakat berpendidikan lebih tinggi dan ekonomi yang baik. Sebagaimana kita sering singgung bahwa 43% dari jenis penyakit yang ada sekarang ini ada kaitannya dengan unsur kurang gerak.

Penduduk kurang konsumsi sayur dan buah.
Susenas tahun 2004 mencatat hampir seluruh penduduk (99%) umur 15 tahun keatas kurang mengkonsumsi sayur dan buah dan hanya 1% saja yang cukup mengkonsumsi sayur dan buah. Yang memprihatinkan keadaan ini merata disemua propinsi, dimana kita tinggal dinegara agraris yang banyak sayur dan buah. Dan bagi mereka yang kurang mengkonsumsi sayur dan buah dari mereka yang berpengetahuan minim.

Kecuali masalah-masalah perilaku tidak sehat tadi, problem lingkungan yang kurang baik, kekurangan air bersih, kepadatan penduduk, masalah kemiskinan stress dll juga dapat mempengaruhi kerja jantung kita.

Posted by: dimaswibie | May 2, 2008

Cegah Penyakit Jantung Dengan Mengonsumsi Kacang

Cegah Penyakit Jantung dengan Mengonsumsi Kacang

Jakarta - Mitos makan kacang dapat menimbulkan jerawat, asam urat, dan batuk, tidak semuanya benar. Menurut Guru Besar Bidang Nutrisi dari Penn State University, Dr Penny Kris-Etherton, semakin kita sering mengonsumsi kacang, maka risiko terkena penyakit jantung koroner pun semakin berkurang.

Menurutnya, kandungan asam lemak tak jenuh yang ada dalam kacang-kacangan, khususnya kacang tanah terbukti sangat tinggi dan profil asam lemak dalam kacang tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan risiko penyakit jantung koroner. ”Mengkonsumsi satu ons kacang, lebih dari lima kali seminggu bisa menurunkan risiko penyakit jantung koroner 25 persen sampai 39 persen,” ujarnya.
Penelitian Penny ini didukung oleh penelitian dari Dr Frank Hu dari Havard School of Public Health. Dalam pertemuan American Heart Association di Dallas tahun 2000, Frank mengungkapkan ahsil penelitiannya terhadap 86 ribu wanita yang sering mengkonsumsi kacang, disimpulkan bahwa mengkonsumsi kacang-kacangan termasuk kacang tanah, mampu menjaga pemompaan aktivitas jantung dengan teratur.
Kacang-kacangan mengandung fitosterol, Beta-Sitosterol (SIT) yang terbukti dapat menghambat pertumbuhan kanker dan melindungi dari penyakit jantung. SIT juga menawarkan perlindungan dari colon, prostate dan kanker payudara. Kandungan SIT dalam 100 gram kacang adalah 165 mg. Fitosterol dalam jantung dapat menurunkan kadar kolesterol dan level Triglyserida dengan cara memblok absorbsi kolesterol dari makanan yang disirkulasikan dalam darah dan mengurangi reabsorbsi kolesterol dari hati, serta tetap menjaga HDL (High Density Lipoprotein) kolesterol. Lebih dari 80 persen lemak dalam minyak kacang adalah jenis yang tidak jenuh dan sehat bagi jantung serta bebas kolesterol.
Selain mengandung SIT, kacang-kacangan juga mengandung serat (fiber). Menurut Prof Dr Muhilal dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan, Bogor, tingginya kolesterol darah merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Serat dalam makanan terdiri dari serat yang larut dalam air dan yang tidak terlarut dalam air, namun keduanya dapat menurunkan kolesterol.
Muhilal menjelaskan penurunan kolesterol terjadi antara lain karena kolesterol terbawa ke dalam feses bersama serat dan proses biosintesis kolesterol dalam hati berkurang karena tingginya konsumsi serat. Idealnya, kita harus mengkonsumsi serat 25-30 gram per hari. Kacang tanah termasuk makanan yang mengandung serat. Satu sendok kecil kacang tanah mengandung 2 gram serat atau 8 persen dari serat yang dibutuhkan per hari.
”Masyarakat Indonesia rata-rata hanya mengkonsumsi serat 10,5 gram per hari, jauh di bawah yang dianggap dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner yakni di atas 20 gram per hari. Lebih dari 90 persen penduduk Indonesia konsumsi seratnya kurang dari 20 gram per hari,” ujarnya. Menurutnya, sayuran, buah-buahan dan serealia merupakan sumber serat. Tapi sayangnya, serealia yang ada di pasaran sudah sangat rendah kandungan seratnya karena masyarakat lebih suka pada beras yang disosok.
Sementara itu Menteri Kesehatan Achmad Sujudi mengatakan sejak tahun 1955, penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia. ”Perilaku hidup yang berisiko di kalangan masyarakat seperti merokok, pola makan yang tidak seimbang dan kurang melakukan aktivitas fisik merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Data dari WHO menunjukkan setiap tahun tidak kurang dari 12 juta orang meninggal dunia akibat serangan jantung.
Dalam penandatanganan naskah kerja sama antara Yayasan Jantung Indonesia dengan Garudafood Group, Sabtu lalu, Menkes mengatakan, kematian akibat dari penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes dan sebagainya memberikan kontribusi yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan kematian akibat penyakit menular. Pada tahun 2000 ada sekitar 55 juta orang meninggal karena serangan jantung, stroke, kanker dan diabetes.
”Kematian akibat penyakit tidak menular hampir 60 persen dari kematian di dunia. Tujuh puluh sembilan persen kematian akibat penyakit tidak menular terjadi di negara-negara berkembang. Penyakit tidak menular tersebut dapat dicegah dengan pola makan yang seimbang, berhenti merokok dan olahraga secara teratur,” ujarnya.

Posted by: dimaswibie | May 2, 2008

Apa Penyakit Jantung Itu

Apakah Penyakit Jantung Itu?

Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah, beberapa contoh pentakit jantung seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, sakit di dada (biasa disebut “angina“) dan penyakit jantung rematik.

Penyakit jantung koroner merupakan yang paling tertinggi yang di derita orang-orang. Penyakit ini menyerang pembuluh darah dan dapat menyebabkan serangan jantung. Serangan jantung dikarenakan pembuluh arteri yang tersumbat, yang menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi ke jantung. Stroke disebabkan oleh kurangnya aliran darah yang mengalir ke otak, atau terkadang menyebabkan pendarahan di otak.

Namun tidak semua penyakit jantung disebabakan oleh terserangnya pembuluh darah, berikut ini adalah beberapa gangguan lain pada jantung :

  • Abnormal Heart Rhythms
    Normalnya jantung berdetak 60 sampai 100 kali tiap menit (atau sekiar 100 ribu kali setiap harinya). Jantung yang bedetak tidak normal biasanya disebut arryhytmia (sering juga disebut dysrhythmia). Jantung yang berdetak terlalu lambat (dibawah 60 kali per menit) disebut bradyarrhythmias. Sedankan yang berdetak di atas 100 per menit disebut tachyarrhytmias.
  • Heart Failure
    Atau gagal jantung merupakan yang paling menakutkan. Bukan berarti jantung tidak dapat bekerja sama sekali, hanya saja jantung tidak berdetak sebagaimana mestinya
  • Heart Valve Disease
    Rusaknya katup jantung. Katup jantung terdapat pada setiap bilik jantung (jantung kita memiliki 4 buah bilik) yang berfungsi mengatur aliran darah searah menuju jantung.
  • Congenitas Heart Disease
    Atau biasa disebut kelainan pada jantung. Menyerang 8 sampai 10 anak dari tiap 1000 kelahiran. Gejala awal biasanya terldeteksi saat kelahiran atau pada masa kanak-kanak. Di Amerika sekitar 500 ribu orang mengalami kelainan jantung pada masa pertumbuhannya dan bertambah sektar 20 ribu orangtiap tahunnya.
  • Cardiomyopathies
    Menyerang pada otot jantung itu sendiri. Orang -orang yang terserang penyakit ini biasanya mengalamai pembesaran, pengecilan jantung secara tidak normal dan atau bahkan menjadi kaku. Menyebabkan jantung memompa secara tidak normal (menjadi lebih lemah). Tanpa penanganan yang baik cardiomyopathies akan menyebabakan penyakit yang lebih buruk seperti gagal jantung atau menyebabkan jantung berdetak tidak normal.
  • Pericarditis
    Adalah radang yang mengelilingi lapisan jantung. Jarang terjadi, biasanya disebabkan oleh infeksi.

Ada banyak faktor yang menyebabkab kerentanan terhadap penyakit jantung. Faktor utama adalah masalah gaya hidup yang menyebabkan seolah membangun penyakit di dalam tubuh. Tapi ada beberapa faktor yang memang tidak dapat diubah, seperti bertambahnya umur atau faktor keturunan.

Posted by: dimaswibie | May 2, 2008

AIDS BUKANLAH VONIS MATI

AIDS Bukanlah Vonis Mati

[SatuDunia] Pada masa awal penemuan HIV/AIDS, tahun 1980an, mengidap penyakit tersebut dianggap mendapat vonis mati. Belum ada obat yang ampuh untuk melawan HIV/AIDS. Kini, 20 tahun sesudah masa itu, obat-obatan berkembang dengan pesat sehingga dapat memperpanjang usia orang dengan infeksi HIV. Jika ada akses terhadap ARV dan terhadap monitoring kesehatan, tidak ada alasan bagi penderita HIV/AIDS untuk tidak hidup panjang. HIV/AIDS bukan lagi harga mati.

Namun patut disayangkan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pencegahan HIV/AIDS tidak disertai dengan sosialisasi dan pemahaman yang cukup kepada masyarakat. Akibatnya, muncul mitos yang beredar di kalangan masyarakat. Dampaknya, pencegahan dan penanganan HIV/AIDS menjadi susah karena adanya mitos yang dipercaya masyarakat.

Mitos mengenai pengobatan
Sangatlah sulit bagi dokter untuk membuat resep pengobatan anti-HIV (ARV) yang terbaik bagi pasiennya. Ketika pertama dikembangkan, obat-obatan HIV harus dikonsumsi tiga kali sehari. Bahkan, obat-obat tersebut mempunyai ketentuan sulit dalam hal penyimpanan. Selain itu juga jenis makanan apa yang harus dikonsumsi berbarengan dengan obat tersebut. Untuk meminum obat berapa lama seorang pasien harus menunggu—setelah makan. Beberapa persoalan itu sampai kini masih menjadi mitos meskipun dalam perkembangannya, ARV lebih fleksibel dan memudahkan pasien.

Hingga sekarang masih ada mitos bahwa seorang positif HIV/AIDS harus meminum obat persis tiap 12 jam atau 8 jam atau 24 jam. Pada kenyataannya, medikasi modern bersifat fleksibel dan memberikan kelonggaran. Secara teoritis, obat tidak akan berhenti bekerja meskipun dikonsumsi telat lebih dari satu atau dua jam. Akan tetapi akan lebih baik jika diminum tepat waktu karena kadar obat dalam darah akan paling konsisten jika diminum secara reguler setiap harinya. Sebagai catatan, toleransi waktu harus menjadi perhatian untuk penderita yang mengkonsumsi Crixivan® (indivanir) tanpa ritonavir.

Mitos yang juga merepotkan bagi penderita adalah tentang harus mengkonsumsi 100% dosis anda tepat waktu atau obat akan tidak efektif. Memang sangat penting untuk mengkonsumsi obat-obatan AIDS secara tepat. Hal ini karena pada dasarnya, jika kelewatan lebih dari 5% dari dosis anda, HIV menjadi lebih mudah untuk menjadi resisten. Selain itu, kemungkinan HIV untuk bereplikasi menjadi lebih besar walaupun telah mengkonsumsi ARV. Namun demikian, 100% kepatuhan sangatlah tidak mungkin bagi kebanyakan orang. Cobalah yang terbaik dan pastikan dokter anda mengetahui apa yang terjadi.

Mitos lain yang bisa menghambat proses pengobatan diantaranya pemahaman bahwa obat-obatan masa kini sedemikian kuatnya sehingga penderita bisa berhenti sejenak mengkonsumsi obat (libur obat) tanpa ada masalah. Memang benar, sejak obat-obatan AIDS pertama kali dikembangkan, para pasien telah ingin berhenti mengkonsumsinya. Mereka beralasan, efek samping yang ditimbulkannya dan meminum obat akan mengingatkan mereka akan penyakit AIDS yang dideritanya. Faktanya, berdasarkan penelitian mengenai “jeda pengobatan” dinyatakan bahwa dengan menghentikan ARV justru akan menimbulkan masalah. Jeda pengobatan akan memberikan kesempatan kepada virus untuk bereplikasi. Akibatnya, jumlah sel CD4 dapat anjlok yang berarti adanya penurunan terhadap imunitas tubuh.

Mitos lain yang sangat mengganggu dalam upaya pengobatan HIV/AIDS adalah bahwa obat AIDS merupakan racun yang lebih berbahaya daripada virus HIV. Memang, pada waktu pertama kali ditemukan, obat AIDS belumlah sempurna. Obat-obat tersebut tidak sebagus obat-obatan masa kini. Pada masa pertamakali ditemukan obat, orang meninggal akibat keadaan meminum obat yang berhubungan dengan AIDS. Benar bahwa beberapa orang mengalami efek samping yang sangat berat dari medikasi AIDS.

Seiring perkembangan jaman, obat tersebut dikembangkan dengan lebih baik. Sebagai contoh, tingkat kematian akibat AIDS di Amerika telah turun hingga 80% berkat obat-obatan tersebut. Para peneliti bekerja sangat keras untuk membuat pengobatan HIV lebih mudah dan aman untuk dikonsumsi. Kini, sudah bukan masanya lagi kita percaya pada mitos. Mitos yang tidak teruji kebenarannya hanya akan menyesatkan pola pikir masyarakat dan justru menghambat pengobatan HIV/AIDS.

Posted by: dimaswibie | May 2, 2008

TATO DAN TINDIK PENYEBAB HIV AIDS

Tato dan Tindik berpeluang besar mwnularkan virus hiv aids

Tato dan body percing kini memang dinikmati dan menjadi tren di kalangan muda. Kebanyakan dari mereka adalah wanita, diantaranya eksekutif muda.

Menurut dr Grace NS wardhana SpKK, dermatologi dari Rumah Sakit Brawijaya Anak dan Wanita mengatakan, sah-sah jika memang menggemari tato dan body percing. “Asalkan jarumnya steril atau jarum disposable (sekali pakai buang). Sebab, jarum yang dipakai berulang-ulang bisa berisiko menularkan penyakit, seperti hepatitis, AIDS, atau herpes. Selain itu, jarum pun harus dalam kondisi tajam sehingga tidak menimbulkan trauma oada kulit,” jelasnya.

Selain itu, Grace juga mengingatkan agar piercing dilakukan secara hati-hati. “Piercing memang terbilang aman. Hanya, sebaiknya pilih-pilih tempat atau organ tubuh yang akan di-piercing,” paparnya.
Grace memberi contoh, piercing di lidah yang berisiko tinggi. “Bisa berisiko tinggi timbul infeksi saat penyembuhan luka. Apalagi di tempat tersebut banyak memiliki saraf dan pembuluh darah. Jadi, kalau tidak dilakukan dengan benar, pendarahan mungkin saja terjadi,” ujarnya.

Saat piercing belum sembuh benar disarankan agar anting langsung dipakai. Jika tidak, luka itu akan menyembuh dan lubang akan tertutup dengan sendirinya. Ini sebagai bentuk proteksi tubuh. Kalau proses penyembuhan sudah sempurna, lalu Anda bosan memakai anting dan melepasnya, lubang itu tak menutup karena di luka itu sudah terbentuk jaringan kulit.

Namun, jika setelah di-piercing muncul infeksi, sebaiknya disarankan untuk membuka anting. Berarti, besar kemungkinan lubang itu akan menutup. “Lebih baik menindik ulang daripada terinfeksi. Hal ini bisa fatal akibatnya,” tuturnya.

Untuk yang punya bakat keloid, Grace menyarankan agar berhati-hati. “Bisa jadi hasil tatonya baik, tapi kemudian besar akan timbul pula keloid,” ujarnya.

Posted by: dimaswibie | May 2, 2008

Daftar Istilah HIV AIDS

Daftar Istilah HIV/AIDS
ABSTINENSI (Abstinence)
Puasa, menahan nafsu, yaitu tidak melakukan hubungan seks sama sekali.

AKUT (Acute)
Perkembangan penyakit yang cepat, parah, dan mengancam jiwa. Lawan dari kronis.

ANALOG NUKLEOSIDA (Nucleoside Analogue),
Analog nukleosida adalah senyawa sintetis yang menyerupai salah satu komponen DNA atau RNA; sejenis obat-obatan antiviral (contohnya, acyclovir, AZT). Bila dimasukkan ke dalam DNA virus selama proses penggandaan diri virus itu, senyawa ini bertindak mencegah produksi tiruan virus yang baru. Namun, senyawa ini juga menghambat produksi DNA pada sel-sel yang sehat.

ANTIBODI (Antibody)
Zat yang dibentuk dalam darah untuk memusnahkan bakteri, virus atau toksin yang lain.

ANTIBIOTIK (Antibiotic)
Sejenis zat antimikroba yang berasal dari pengembang-biakan
mikroorganisme dan dibentuk secara semi-sintetis. Zat ini bekerja untuk mematikan atau menghambat perkembangan bakteri dan digunakan untuk mengatasi infeksi.

ANTIGEN
Zat asing, semacam bagian dari protein yang dihasilkan oleh bakteri atau virus.

ANTIOKSIDAN (Antioxidant)
Zat yang mencegah terjadinya kerusakan sel akibat radikal bebas. Molekul di dalam tubuh yang teroksidasi bisa mengakibatkan kerusakan sel. Contoh antioksidan adalah vitamin A, C dan E.

ANTIRETROVIRAL (ARV)
Zat atau obat yang digunakan untuk retrovirus seperti HIV, untuk menghambat perkembangbiakannya.

BIOPSI (Biopsy)
Pengambilan dan pemeriksaan jaringan dari pasien hidup untuk menentukan diagnosis (misalnya untuk menentukan apakah ada sel-sel abnormal seperti sel kanker). Tipe biopsi lainnya bisa lebih serius, seperti biopsi otak, yang sangat jarang dilakukan. Biopsi biasanya dilakukan untuk menentukan secara jelas penyebab sebuah penyakit.

DEMENSIA (Dementia)
Kerusakan intelektual kronis (seperti kehilangan kemampuan mental) yang disebabkan oleh rusaknya (organ) otak yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam kehidupan sosialnya atau dalam merancang tindakannya.

DETOKSIFIKASI (Detoxification)
Mengeluarkan racun yang berasal dari zat-zat adiktif yang dipakai dari dalam tubuh.

DNA, ASAM DEOKSIRIBONUKLEASE (Deoxyribonucleic Acid)
Molekul yang terdapat pada nukleus sel yang menulis sandi-sandi informasi genetik.

DOSIS (Dose)
Aturan pakai obat untuk sekali pakai dalam jangka waktu tertentu.

DOUBLE-BLIND TRIAL
Suatu percobaan klinis di mana peneliti maupun peserta penelitian tidak mengetahui siapa di antara para peserta penelitian yang mendapat plasebo atau obat yang akan diteliti, sehingga diperoleh hasil penelitian yang obyektif tanpa dipengaruhi dugaan-dugaan dokter atau pun pasien.

EFEK SAMPING (Side Effect)
Daya kerja atau efek obat (atau vaksin) yang tidak diharapkan. Istilah ini biasanya berhubungan dengan efek negatif atau yang tidak diharapkan seperti sakit kepala, mual, iritasi kulit atau kerusakan hati.

EPIDEMI (Epidemic)
Menyebarnya penyakit pada banyak orang.

EPIDEMIOLOGI (Epidemiology)
Ilmu yang mempelajari epidemi.

ENZIM (Enzyme)
Sebuah protein yang mempercepat reaksi kimia tertentu tanpa mengubah dirinya sendiri.

HEPATITIS
Radang pada hati.

HETEROSEKSUAL (Heterosexual)
Tertarik pada orang yang jenis kelaminnya berbeda.

HIGH (Puncak)
Disebut juga fly yaitu suatu kondisi pada diri penyalahguna zat yang terjadi karena pengaruh zat yang dipakainya.

HIV (Human Immunodeficiency Virus)
HIV adalah virus RNA yang termasuk dalam golongan retrovirus. HIV merupakan virus yang khas, sebab selain menggandakan diri dalam sitoplasma, ia dapat mengubah bentuk RNA menjadi DNA. Perubahan bentuk dari RNA (bentuk yang mudah untuk dikenal) menjadi DNA (bentuk kode) tidak terjadi pada organisme hidup lainnya, termasuk manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, mikroorganisme dan virus atau pun retrovirus lainnya. Ada dua macam HIV, yaitu HIV-1 yang umum terdapat di seluruh dunia, dan HIV-2 yang lebih dikenal di Afrika Barat.

INJECTING DRUG USE, INJECTING DRUG USER (IDU)
Penyalahgunaan atau penyalahguna obat dengan memakai jarum suntik.

INFEKSI OPORTUNISTIK (Opportunist Infection)
Penyakit yang mungkin didapat karena sistem kekebalan tubuh sudah rusak atau melemah. Infeksi oportunistik ini mencakup berbagai penyakit yang disebabkan virus, jamur, atau bakteri. Infeksi oportunistik ini dapat diobati. Selain itu, infeksi ini juga dapat dicegah dengan pengobatan profilaksis.

INTRAVENA (Intravenous, IV)
Penyuntikan atau infus langsung ke aliran darah melalui pembuluh darah agar obat cepat memberikan reaksi.

JARUM SUNTIK (Needle)
Alat yang bentuknya seperti jarum, berlubang di dalamnya untuk memasukkan cairan obat kedalam tubuh.

KONSELING (Counselling)
Kegiatan memberikan pengetahuan, informasi, pemahaman yang dilakukan oleh seorang ahli kepada seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapi orang tersebut.

KRONIS (Chronic)
Bersifat menahun, tidak secara tiba-tiba.

LESI (Lesion)
Kerusakan, kehilangan jaringan tubuh karena cedera, trauma atau akibat lain.

LIMFOMA (Lymphoma)
Pembengkakan kelenjar getah bening.

MOLEKUL (Molecule)
Bagian terkecil dari suatu zat yang masih memiliki sifat-sifat zat tersebut dan secara kimiawi dapat diuraikan menjadi beberapa atom.

MORTALITAS (Mortality)
Proporsi kematian akibat penyakit tertentu.

MUTASI (Mutation)
Perubahan sifat keturunan secara tetap, biasanya karena perubahan pada satu gen.

NARKOTIK (Narcotic)
Obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk dan ketergantungan; obat bius.

NON-NUCLEOSIDE REVERSE TRANSCRIPTASE INHIBITOR (NNRTI)
Suatu golongan obat-obatan yang dipakai secara kombinasi dengan obat-obatan analog nukleosida. Seperti analog nukleosida, NNRTI menghalangi infeksi HIV ke sel-sel baru. NNRTI menghalangi kerja reverse transcriptase. Beberapa obat yang termasuk jenis ini adalah HBY-097, loviride, nevirapine dan delavirdine.

ODHA
Istilah ini merupakan kependekan dari Orang dengan HIV/AIDS.

ORAL
Berkaitan dengan mulut. Untuk pengobatan berarti diberikan melalui mulut, dalam bentuk pil atau pun cairan.

OVERDOSE
Memakai lebih dari takaran, bisa berakibat fatal.

OPEN-LABEL TRIAL
Percobaan klinis dimana dokter dan peserta percobaan itu mengetahui obat atau vaksin sedang diujicoba.

PALIATIF (Palliative)
Cara perawatan yang meringankan penderitaan pada penyakit atau tahap yang tidak dapat disembuhkan.

PENGURANGAN DAMPAK BURUK NARKOBA SUNTIK (Harm Reduction)
Suatu upaya untuk mengurangi beban dan penderitaan penyalaguna zat, seperti memberikan jarum suntik baru agar mereka bisa terhindar dari penyebaran virus yang ditularkan melalui darah.

PENYEMPROT (Syringe)
Alat menyuntik terdiri dari tabung dilengkapi pengisap dan naf jarum.

PERINATAL
Waktu pada saat dimulainya proses kelahiran sampai proses melahirkan tuntas.

PLASEBO (Placebo)
Zat atau obat yang tidak menimbulkan efek pada tubuh (seringkali berkaitan dengan pil berisi gula). Zat ini diberikan pada salah satu kelompok sebagai pembanding, sementara kelompok lainnya diberikan obat sebenarnya. Hasil dari kedua kelompok itu kemudian diperbandingkan.

PLASMA
Cairan tak berwarna yang menjadi bagian darah, dalam keadaan normal volumenya 5% dari berat badan. Cairan ini bekerja mengantarkan sel-sel darah dan bahan gizi ke seluruh tubuh, membersihkan sisa-sisa metabolis dan mejadi wadah bagi sistem hubungan zat-zat kimia di dalam tubuh.

PROFILAKSIS (Prophylaxis)
Obat yang digunakan oleh seseorang agar dirinya terhindar dari serangan penyakit.

PROTEASE INHIBITOR
Suatu jenis obat (seperti saquinavir, indinavir, ritonavir) yang
menghalangi enzim protease yang digunakan HIV untuk menggandakan diri.

PROTOZOA
Mikrorganisme satu sel, seluruh fungsinya dilakukan oleh sel itu.

RAGI (Yeast)
Nama umum untuk Saccharomyces yakni sejenis cendawan bersel satu, berbentuk bulat lonjong dan memperbanyak diri melalui pembetukan tunas atau pembentukan askospora tetapi tidak membentuk benang-benang miselium. Ragi ada di dalam tubuh kita, dan dalam keadaan normal tidak membahayakan. Namun bila pertumbuhannya tidak terkendali ragi dapat
menimbulkan penyakit (misalnya, penyakit Candida Vulvovaginitis).

REGIMEN
Pedoman mengenai dosis dan cara pakai obat dalam suatu penelitian.

RNA, ASAM RIBONUKLEAT (Ribonucleic Acid)
Molekul yang berkaitan dengan perekaman informasi genetik. Pada retrovirus, RNA juga merupakan pembawa informasi genetik yang digunakan untuk menggandakan virus tersebut.

RESEPTOR (Receptor)
Saraf penerima yang peka terhadap rangsangan pancaindra.

RESISTAN (Resistant)
Sifat tahan atau kebal terhadap suatu obat. Misalnya, setelah lama menggunakan AZT, HIV dapat membuat penggandaan dirinya di dalam tubuh yang tidak bisa lagi diatasi oleh obat ini, dan karena itu disebut resistan terhadap AZT.

RESISTANSI (Resistance)
Kemampuan suatu virus, bakteri, atau jamur untuk menjadi resistan.

SEL CD4 (CD4 Cell)
Sel darah putih yang terbunuh atau tidak berdaya guna lagi selama masa infeksi HIV. Kadar CD4 mencerminkan keadaan sistem kekebalan tubuh yang ada.

SEL PEMBUNUH ALAMI (Natural Killer Cell, NK Cell)
Sebuah tipe limfosit yang tidak dapat membawa pengenal untuk menjadi sel B atau pun sel T. Seperti sel T sitotoksik, sel pembunuh menyerang dan mematikan sel-sel tumor dan melindungi tubuh dari berbagai mikroba penyebab penyakit menular. Disebut “sel pembunuh” karena sel-sel ini tidak membutuhkan stimulasi tambahan untuk mengenali antigen tertentu yang akan diserang atau dibunuh.

SENSITIVITAS (Sensitivity)
Terkait dengan tes HIV, daya menemukan antibodi. Suatu tes dengan sensitivitas tinggi akan sedikit sekali menghasilkan pemeriksaan negatif palsu.

SEROKONVERSI (Seroconversion)
Perubahan antibodi terhadap antigen tertentu. Bila antibodi seseorang terhadap HIV atau vaksin percobaan HIV berubah, maka orang tersebut telah mengalami serokonversi dari antibodi-negatif menjadi antibodi positif.

SISTEMIK (Systemic)
Tersebar di seluruh badan. Obat sistemik biasanya diminum atau disuntikkan.

SITOKIN (Cytokine)
Protein yang digunakan sebagai perantara oleh sel-sel sistem kekebalan. Pusat bagi regulasi normal dari respon kekebalan. Bertindak sebagai pembawa pesan kimia di antara sel-sel. Sel CD8 (sel T-penekan) mengeluarkan sitokin yang tampak menghalangi penggandaan diri HIV pada sel-sel yang terinfeksi, paling tidak hingga tahap lanjut penyakit HIV.

SKRINING (Screening)
Tes atau pemeriksaan untuk mengetahui ada kuman seperti HIV, hepatitis atau sifilis (di darah) atau tidak.

SPESIFISITAS (Specificity)
Terkait dengan tes HIV, daya yang membedakan antibodi HIV dari antibodi lain. Suatu tes dengan spesifisitas tinngi akan sedikit sekali menghasilkan pemeriksaan positif palsu.

SUMSUM TULANG (Bone Marrow)
Jaringan lembut yang terletak pada rongga tulang pipa, terutama tulang belakang, tempat sel darah dibentuk.

SURVEILANS (Surveillance)
Mengumpulkan data epidemiologi tentang penjalaran infeksi untuk dipakai dalam merencanakan dan melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan.

SUSUNAN SARAF PUSAT (SSP) (Central Nervous System, CNS)
Susunan saraf yang terdiri dari otak dan saraf tulang belakang yang mengatur gerak sadar kita.

TERAPI KOMBINASI (Combination Therapy)
Pengobatan menggunakan dua jenis obat atau lebih. Selain itu juga menggunakan kombinasi dua tipe pengobatan atau lebih, baik secara bergantian atau pun bersamaan.

TERMINAL
Tahap terakhir penyakit sebelum meninggal.

VAGINOSIS BAKTERI (Bacterial Vaginosis)
Penyakit saluran reproduksi dengan gejala keluarnya cairan yang berbau amis dari vagina. Penyakit ini tidak ditularkan lewat hubungan seks.

VAKSIN (Vaccine)
Virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, yang disuntikkan ke dalam tubuh agar kebal terhadap virus atau bakteri yang sesungguhnya.

VIRAL LOAD
Kadar virus HIV di dalam sirkulasi darah.

VIRUS
Mikroorganisme yang menyebabkan dan menularkan penyakit. Tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa. Virus tidak mampu berkembang atau bereproduksi di luar tubuh tempat ia menetap. Selama penggandaan dirinya, virus mengintegrasikan materi genetiknya (DNA atau RNA) ke dalam sel tempat ia menetap tersebut–menjadi sebuah provirus–dan menggunakan mekanisme biologis sel-sel tersebut untuk
mereproduksi partikel virus baru.

WASTING, WASTING SYNDROME
Kehilangan berat badan yang parah pada Odha hingga otot menjadi kisut, yang bisa terjadi meskipun tidak ada infeksi lainnya. Berat badan yang hilang bisa lebih dari 10% dari berat badan semula. Ditambah diare kronis atau rasa lemah yang kronis dan demam hingga lebih dari 30 hari.
Untuk mengatasi sindrom ini diperlukan pengobatan.

ZAT ADIKTIF (Addictive Substance)
Bahan yang lazim disalahgunakan yang menyebabkan ketergantungan, seperti narkotik, alkohol atau sedativa.

Posted by: dimaswibie | March 15, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories