Bagi saya yang bermukim di daerah pinggiran dan kampung lereng merapi, mungkin pengetahuan tentang kemanjuran dari Buih Kayu Bakar atau sering disebut dalam bahasa jawa sebagai “Umpluk Kayu” bukanlah hal yang asing. Di dusun kami masih cukup banyak orang yang mengepulkan dapurnya dengan kayu yang benar-benar mengepul. Tak ketinggalan pula keluarga saya sendiri yang masih menggunakan Kayu Bakar untuk keperluan masak-memasak, walaupun juga ada kompor. Pertimbangan ibu saya adalah ketersediaan Kayu Bakar yang cukup banyak di lingkungan saya.
Nah jika sedang membakar Kayu Bakar untuk keperluan masak dan sebagainya, tidak jarang ditengah-tengah proses pembakaran muncul Buih Kayu Bakar. Biasanya buih ini berwarna coklat, tetapi tidak jarang berwarna putih juga. Nah buih inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagai obat oles untuk mengatasi Penyakit Kutil. Cukup oleskan saja kebagian yang terkena Penyakit Kutil. Ulangi secara rutin sampai Penyakit Kutil menghilang.
Tentu saja hal ini mungkin sangat sukar dilakukan di daerah perkotaan atau rumah yang dapurnya tidak menggunakan Kayu Bakar sebagai alat masak-memasak. Namun sebagai sebuah pengetahuan lokal, tidak ada salahnya jika saya berusaha membagi kearifan lokal ini.