<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dimaswibie's Weblog &#187; HIV AIDS</title>
	<atom:link href="http://dimaswibie.wordpress.com/category/hiv-aids/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dimaswibie.wordpress.com</link>
	<description>Macam-macam Penyakit yang Melanda Masyarakat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Sep 2009 19:34:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dimaswibie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/16d77800ee302eb9bdc86970561598e0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dimaswibie's Weblog &#187; HIV AIDS</title>
		<link>http://dimaswibie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dimaswibie.wordpress.com/osd.xml" title="Dimaswibie&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>AIDS BUKANLAH VONIS MATI</title>
		<link>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/aids-bukanlah-vonis-mati/</link>
		<comments>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/aids-bukanlah-vonis-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 10:36:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimaswibie</dc:creator>
				<category><![CDATA[HIV AIDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaswibie.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[AIDS Bukanlah Vonis Mati
[SatuDunia] Pada masa awal penemuan HIV/AIDS, tahun 1980an, mengidap penyakit tersebut dianggap mendapat vonis mati. Belum ada obat yang ampuh untuk melawan HIV/AIDS. Kini, 20 tahun sesudah masa itu, obat-obatan berkembang dengan pesat sehingga dapat memperpanjang usia orang dengan infeksi HIV. Jika ada akses terhadap ARV dan terhadap monitoring kesehatan, tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=7&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>AIDS Bukanlah Vonis Mati</strong></p>
<p>[SatuDunia] Pada masa awal penemuan HIV/AIDS, tahun 1980an, mengidap penyakit tersebut dianggap mendapat vonis mati. Belum ada obat yang ampuh untuk melawan HIV/AIDS. Kini, 20 tahun sesudah masa itu, obat-obatan berkembang dengan pesat sehingga dapat memperpanjang usia orang dengan infeksi HIV. Jika ada akses terhadap ARV dan terhadap monitoring kesehatan, tidak ada alasan bagi penderita HIV/AIDS untuk tidak hidup panjang. HIV/AIDS bukan lagi harga mati.</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-7"></span></p>
<p>Namun patut disayangkan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pencegahan HIV/AIDS tidak disertai dengan sosialisasi dan pemahaman yang cukup kepada masyarakat. Akibatnya, muncul mitos yang beredar di kalangan masyarakat. Dampaknya, pencegahan dan penanganan HIV/AIDS menjadi susah karena adanya mitos yang dipercaya masyarakat.</p>
<p>Mitos mengenai pengobatan<br />
Sangatlah sulit bagi dokter untuk membuat resep pengobatan anti-HIV (ARV) yang terbaik bagi pasiennya. Ketika pertama dikembangkan, obat-obatan HIV harus dikonsumsi tiga kali sehari. Bahkan, obat-obat tersebut mempunyai ketentuan sulit dalam hal penyimpanan. Selain itu juga jenis makanan apa yang harus dikonsumsi berbarengan dengan obat tersebut. Untuk meminum obat berapa lama seorang pasien harus menunggu—setelah makan. Beberapa persoalan itu sampai kini masih menjadi mitos meskipun dalam perkembangannya, ARV lebih fleksibel dan memudahkan pasien.</p>
<p>Hingga sekarang masih ada mitos bahwa seorang positif HIV/AIDS harus meminum obat persis tiap 12 jam atau 8 jam atau 24 jam. Pada kenyataannya, medikasi modern bersifat fleksibel dan memberikan kelonggaran. Secara teoritis, obat tidak akan berhenti bekerja meskipun dikonsumsi telat lebih dari satu atau dua jam. Akan tetapi akan lebih baik jika diminum tepat waktu karena kadar obat dalam darah akan paling konsisten jika diminum secara reguler setiap harinya. Sebagai catatan, toleransi waktu harus menjadi perhatian untuk penderita yang mengkonsumsi Crixivan® (indivanir) tanpa ritonavir.</p>
<p>Mitos yang juga merepotkan bagi penderita adalah tentang harus mengkonsumsi 100% dosis anda tepat waktu atau obat akan tidak efektif. Memang sangat penting untuk mengkonsumsi obat-obatan AIDS secara tepat. Hal ini karena pada dasarnya, jika kelewatan lebih dari 5% dari dosis anda, HIV menjadi lebih mudah untuk menjadi resisten. Selain itu, kemungkinan HIV untuk bereplikasi menjadi lebih besar walaupun telah mengkonsumsi ARV. Namun demikian, 100% kepatuhan sangatlah tidak mungkin bagi kebanyakan orang. Cobalah yang terbaik dan pastikan dokter anda mengetahui apa yang terjadi.</p>
<p>Mitos lain yang bisa menghambat proses pengobatan diantaranya pemahaman bahwa obat-obatan masa kini sedemikian kuatnya sehingga penderita bisa berhenti sejenak mengkonsumsi obat (libur obat) tanpa ada masalah. Memang benar, sejak obat-obatan AIDS pertama kali dikembangkan, para pasien telah ingin berhenti mengkonsumsinya. Mereka beralasan, efek samping yang ditimbulkannya dan meminum obat akan mengingatkan mereka akan penyakit AIDS yang dideritanya. Faktanya, berdasarkan penelitian mengenai &#8220;jeda pengobatan&#8221; dinyatakan bahwa dengan menghentikan ARV justru akan menimbulkan masalah. Jeda pengobatan akan memberikan kesempatan kepada virus untuk bereplikasi. Akibatnya, jumlah sel CD4 dapat anjlok yang berarti adanya penurunan terhadap imunitas tubuh.</p>
<p>Mitos lain yang sangat mengganggu dalam upaya pengobatan HIV/AIDS adalah bahwa obat AIDS merupakan racun yang lebih berbahaya daripada virus HIV. Memang, pada waktu pertama kali ditemukan, obat AIDS belumlah sempurna. Obat-obat tersebut tidak sebagus obat-obatan masa kini. Pada masa pertamakali ditemukan obat, orang meninggal akibat keadaan meminum obat yang berhubungan dengan AIDS. Benar bahwa beberapa orang mengalami efek samping yang sangat berat dari medikasi AIDS.</p>
<p>Seiring perkembangan jaman, obat tersebut dikembangkan dengan lebih baik. Sebagai contoh, tingkat kematian akibat AIDS di Amerika telah turun hingga 80% berkat obat-obatan tersebut. Para peneliti bekerja sangat keras untuk membuat pengobatan HIV lebih mudah dan aman untuk dikonsumsi. Kini, sudah bukan masanya lagi kita percaya pada mitos. Mitos yang tidak teruji kebenarannya hanya akan menyesatkan pola pikir masyarakat dan justru menghambat pengobatan HIV/AIDS.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimaswibie.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimaswibie.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimaswibie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimaswibie.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimaswibie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimaswibie.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimaswibie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimaswibie.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimaswibie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimaswibie.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimaswibie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimaswibie.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=7&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/aids-bukanlah-vonis-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/79b21c260cffd6e1959757d29ea12f9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimaswibie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TATO DAN TINDIK PENYEBAB HIV AIDS</title>
		<link>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/6/</link>
		<comments>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 10:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimaswibie</dc:creator>
				<category><![CDATA[HIV AIDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaswibie.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Tato dan Tindik berpeluang besar mwnularkan virus hiv aids
Tato dan body percing kini memang dinikmati dan menjadi tren di kalangan muda. Kebanyakan dari mereka adalah wanita, diantaranya eksekutif muda.
Menurut dr Grace NS wardhana SpKK, dermatologi dari Rumah Sakit Brawijaya Anak dan Wanita mengatakan, sah-sah jika memang menggemari tato dan body percing. “Asalkan jarumnya steril atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=6&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Tato dan Tindik berpeluang besar mwnularkan virus hiv aids</strong></p>
<p>Tato dan body percing kini memang dinikmati dan menjadi tren di kalangan muda. Kebanyakan dari mereka adalah wanita, diantaranya eksekutif muda.</p>
<p>Menurut dr Grace NS wardhana SpKK, dermatologi dari Rumah Sakit Brawijaya Anak dan Wanita mengatakan, sah-sah jika memang menggemari tato dan body percing. “Asalkan jarumnya steril atau jarum disposable (sekali pakai buang). Sebab, jarum yang dipakai berulang-ulang bisa berisiko menularkan penyakit, seperti hepatitis, AIDS, atau herpes. Selain itu, jarum pun harus dalam kondisi tajam sehingga tidak menimbulkan trauma oada kulit,” jelasnya.</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-6"></span></p>
<p>Selain itu, Grace juga mengingatkan agar piercing dilakukan secara hati-hati. “Piercing memang terbilang aman. Hanya, sebaiknya pilih-pilih tempat atau organ tubuh yang akan di-piercing,” paparnya.<br />
Grace memberi contoh, piercing di lidah yang berisiko tinggi. “Bisa berisiko tinggi timbul infeksi saat penyembuhan luka. Apalagi di tempat tersebut banyak memiliki saraf dan pembuluh darah. Jadi, kalau tidak dilakukan dengan benar, pendarahan mungkin saja terjadi,” ujarnya.</p>
<p>Saat piercing belum sembuh benar disarankan agar anting langsung dipakai. Jika tidak, luka itu akan menyembuh dan lubang akan tertutup dengan sendirinya. Ini sebagai bentuk proteksi tubuh. Kalau proses penyembuhan sudah sempurna, lalu Anda bosan memakai anting dan melepasnya, lubang itu tak menutup karena di luka itu sudah terbentuk jaringan kulit.</p>
<p>Namun, jika setelah di-piercing muncul infeksi, sebaiknya disarankan untuk membuka anting. Berarti, besar kemungkinan lubang itu akan menutup. “Lebih baik menindik ulang daripada terinfeksi. Hal ini bisa fatal akibatnya,” tuturnya.</p>
<p>Untuk yang punya bakat keloid, Grace menyarankan agar berhati-hati. “Bisa jadi hasil tatonya baik, tapi kemudian besar akan timbul pula keloid,” ujarnya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimaswibie.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimaswibie.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimaswibie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimaswibie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimaswibie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimaswibie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimaswibie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimaswibie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimaswibie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimaswibie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimaswibie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimaswibie.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=6&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/79b21c260cffd6e1959757d29ea12f9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimaswibie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Istilah HIV AIDS</title>
		<link>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/5/</link>
		<comments>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/5/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 10:26:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimaswibie</dc:creator>
				<category><![CDATA[HIV AIDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/5/</guid>
		<description><![CDATA[Daftar Istilah HIV/AIDS
ABSTINENSI (Abstinence)
Puasa, menahan nafsu, yaitu tidak melakukan hubungan seks sama sekali.
AKUT (Acute)
Perkembangan penyakit yang cepat, parah, dan mengancam jiwa. Lawan dari kronis.
ANALOG NUKLEOSIDA (Nucleoside Analogue),
Analog nukleosida adalah senyawa sintetis yang menyerupai salah satu komponen DNA atau RNA; sejenis obat-obatan antiviral (contohnya, acyclovir, AZT). Bila dimasukkan ke dalam DNA virus selama proses penggandaan diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=5&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Daftar Istilah HIV/AIDS</strong><br />
ABSTINENSI (Abstinence)<br />
Puasa, menahan nafsu, yaitu tidak melakukan hubungan seks sama sekali.</p>
<p>AKUT (Acute)<br />
Perkembangan penyakit yang cepat, parah, dan mengancam jiwa. Lawan dari kronis.</p>
<p>ANALOG NUKLEOSIDA (Nucleoside Analogue),<br />
Analog nukleosida adalah senyawa sintetis yang menyerupai salah satu komponen DNA atau RNA; sejenis obat-obatan antiviral (contohnya, acyclovir, AZT). Bila dimasukkan ke dalam DNA virus selama proses penggandaan diri virus itu, senyawa ini bertindak mencegah produksi tiruan virus yang baru. Namun, senyawa ini juga menghambat produksi DNA pada sel-sel yang sehat.</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-5"></span></p>
<p>ANTIBODI (Antibody)<br />
Zat yang dibentuk dalam darah untuk memusnahkan bakteri, virus atau toksin yang lain.</p>
<p>ANTIBIOTIK (Antibiotic)<br />
Sejenis zat antimikroba yang berasal dari pengembang-biakan<br />
mikroorganisme dan dibentuk secara semi-sintetis. Zat ini bekerja untuk mematikan atau menghambat perkembangan bakteri dan digunakan untuk mengatasi infeksi.</p>
<p>ANTIGEN<br />
Zat asing, semacam bagian dari protein yang dihasilkan oleh bakteri atau virus.</p>
<p>ANTIOKSIDAN (Antioxidant)<br />
Zat yang mencegah terjadinya kerusakan sel akibat radikal bebas. Molekul di dalam tubuh yang teroksidasi bisa mengakibatkan kerusakan sel. Contoh antioksidan adalah vitamin A, C dan E.</p>
<p>ANTIRETROVIRAL (ARV)<br />
Zat atau obat yang digunakan untuk retrovirus seperti HIV, untuk menghambat perkembangbiakannya.</p>
<p>BIOPSI (Biopsy)<br />
Pengambilan dan pemeriksaan jaringan dari pasien hidup untuk menentukan diagnosis (misalnya untuk menentukan apakah ada sel-sel abnormal seperti sel kanker). Tipe biopsi lainnya bisa lebih serius, seperti biopsi otak, yang sangat jarang dilakukan. Biopsi biasanya dilakukan untuk menentukan secara jelas penyebab sebuah penyakit.</p>
<p>DEMENSIA (Dementia)<br />
Kerusakan intelektual kronis (seperti kehilangan kemampuan mental) yang disebabkan oleh rusaknya (organ) otak yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam kehidupan sosialnya atau dalam merancang tindakannya.</p>
<p>DETOKSIFIKASI (Detoxification)<br />
Mengeluarkan racun yang berasal dari zat-zat adiktif yang dipakai dari dalam tubuh.</p>
<p>DNA, ASAM DEOKSIRIBONUKLEASE (Deoxyribonucleic Acid)<br />
Molekul yang terdapat pada nukleus sel yang menulis sandi-sandi informasi genetik.</p>
<p>DOSIS (Dose)<br />
Aturan pakai obat untuk sekali pakai dalam jangka waktu tertentu.</p>
<p>DOUBLE-BLIND TRIAL<br />
Suatu percobaan klinis di mana peneliti maupun peserta penelitian tidak mengetahui siapa di antara para peserta penelitian yang mendapat plasebo atau obat yang akan diteliti, sehingga diperoleh hasil penelitian yang obyektif tanpa dipengaruhi dugaan-dugaan dokter atau pun pasien.</p>
<p>EFEK SAMPING (Side Effect)<br />
Daya kerja atau efek obat (atau vaksin) yang tidak diharapkan. Istilah ini biasanya berhubungan dengan efek negatif atau yang tidak diharapkan seperti sakit kepala, mual, iritasi kulit atau kerusakan hati.</p>
<p>EPIDEMI (Epidemic)<br />
Menyebarnya penyakit pada banyak orang.</p>
<p>EPIDEMIOLOGI (Epidemiology)<br />
Ilmu yang mempelajari epidemi.</p>
<p>ENZIM (Enzyme)<br />
Sebuah protein yang mempercepat reaksi kimia tertentu tanpa mengubah dirinya sendiri.</p>
<p>HEPATITIS<br />
Radang pada hati.</p>
<p>HETEROSEKSUAL (Heterosexual)<br />
Tertarik pada orang yang jenis kelaminnya berbeda.</p>
<p>HIGH (Puncak)<br />
Disebut juga fly yaitu suatu kondisi pada diri penyalahguna zat yang terjadi karena pengaruh zat yang dipakainya.</p>
<p>HIV (Human Immunodeficiency Virus)<br />
HIV adalah virus RNA yang termasuk dalam golongan retrovirus. HIV merupakan virus yang khas, sebab selain menggandakan diri dalam sitoplasma, ia dapat mengubah bentuk RNA menjadi DNA. Perubahan bentuk dari RNA (bentuk yang mudah untuk dikenal) menjadi DNA (bentuk kode) tidak terjadi pada organisme hidup lainnya, termasuk manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, mikroorganisme dan virus atau pun retrovirus lainnya. Ada dua macam HIV, yaitu HIV-1 yang umum terdapat di seluruh dunia, dan HIV-2 yang lebih dikenal di Afrika Barat.</p>
<p>INJECTING DRUG USE, INJECTING DRUG USER (IDU)<br />
Penyalahgunaan atau penyalahguna obat dengan memakai jarum suntik.</p>
<p>INFEKSI OPORTUNISTIK (Opportunist Infection)<br />
Penyakit yang mungkin didapat karena sistem kekebalan tubuh sudah rusak atau melemah. Infeksi oportunistik ini mencakup berbagai penyakit yang disebabkan virus, jamur, atau bakteri. Infeksi oportunistik ini dapat diobati. Selain itu, infeksi ini juga dapat dicegah dengan pengobatan profilaksis.</p>
<p>INTRAVENA (Intravenous, IV)<br />
Penyuntikan atau infus langsung ke aliran darah melalui pembuluh darah agar obat cepat memberikan reaksi.</p>
<p>JARUM SUNTIK (Needle)<br />
Alat yang bentuknya seperti jarum, berlubang di dalamnya untuk memasukkan cairan obat kedalam tubuh.</p>
<p>KONSELING (Counselling)<br />
Kegiatan memberikan pengetahuan, informasi, pemahaman yang dilakukan oleh seorang ahli kepada seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapi orang tersebut.</p>
<p>KRONIS (Chronic)<br />
Bersifat menahun, tidak secara tiba-tiba.</p>
<p>LESI (Lesion)<br />
Kerusakan, kehilangan jaringan tubuh karena cedera, trauma atau akibat lain.</p>
<p>LIMFOMA (Lymphoma)<br />
Pembengkakan kelenjar getah bening.</p>
<p>MOLEKUL (Molecule)<br />
Bagian terkecil dari suatu zat yang masih memiliki sifat-sifat zat tersebut dan secara kimiawi dapat diuraikan menjadi beberapa atom.</p>
<p>MORTALITAS (Mortality)<br />
Proporsi kematian akibat penyakit tertentu.</p>
<p>MUTASI (Mutation)<br />
Perubahan sifat keturunan secara tetap, biasanya karena perubahan pada satu gen.</p>
<p>NARKOTIK (Narcotic)<br />
Obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk dan ketergantungan; obat bius.</p>
<p>NON-NUCLEOSIDE REVERSE TRANSCRIPTASE INHIBITOR (NNRTI)<br />
Suatu golongan obat-obatan yang dipakai secara kombinasi dengan obat-obatan analog nukleosida. Seperti analog nukleosida, NNRTI menghalangi infeksi HIV ke sel-sel baru. NNRTI menghalangi kerja reverse transcriptase. Beberapa obat yang termasuk jenis ini adalah HBY-097, loviride, nevirapine dan delavirdine.</p>
<p>ODHA<br />
Istilah ini merupakan kependekan dari Orang dengan HIV/AIDS.</p>
<p>ORAL<br />
Berkaitan dengan mulut. Untuk pengobatan berarti diberikan melalui mulut, dalam bentuk pil atau pun cairan.</p>
<p>OVERDOSE<br />
Memakai lebih dari takaran, bisa berakibat fatal.</p>
<p>OPEN-LABEL TRIAL<br />
Percobaan klinis dimana dokter dan peserta percobaan itu mengetahui obat atau vaksin sedang diujicoba.</p>
<p>PALIATIF (Palliative)<br />
Cara perawatan yang meringankan penderitaan pada penyakit atau tahap yang tidak dapat disembuhkan.</p>
<p>PENGURANGAN DAMPAK BURUK NARKOBA SUNTIK (Harm Reduction)<br />
Suatu upaya untuk mengurangi beban dan penderitaan penyalaguna zat, seperti memberikan jarum suntik baru agar mereka bisa terhindar dari penyebaran virus yang ditularkan melalui darah.</p>
<p>PENYEMPROT (Syringe)<br />
Alat menyuntik terdiri dari tabung dilengkapi pengisap dan naf jarum.</p>
<p>PERINATAL<br />
Waktu pada saat dimulainya proses kelahiran sampai proses melahirkan tuntas.</p>
<p>PLASEBO (Placebo)<br />
Zat atau obat yang tidak menimbulkan efek pada tubuh (seringkali berkaitan dengan pil berisi gula). Zat ini diberikan pada salah satu kelompok sebagai pembanding, sementara kelompok lainnya diberikan obat sebenarnya. Hasil dari kedua kelompok itu kemudian diperbandingkan.</p>
<p>PLASMA<br />
Cairan tak berwarna yang menjadi bagian darah, dalam keadaan normal volumenya 5% dari berat badan. Cairan ini bekerja mengantarkan sel-sel darah dan bahan gizi ke seluruh tubuh, membersihkan sisa-sisa metabolis dan mejadi wadah bagi sistem hubungan zat-zat kimia di dalam tubuh.</p>
<p>PROFILAKSIS (Prophylaxis)<br />
Obat yang digunakan oleh seseorang agar dirinya terhindar dari serangan penyakit.</p>
<p>PROTEASE INHIBITOR<br />
Suatu jenis obat (seperti saquinavir, indinavir, ritonavir) yang<br />
menghalangi enzim protease yang digunakan HIV untuk menggandakan diri.</p>
<p>PROTOZOA<br />
Mikrorganisme satu sel, seluruh fungsinya dilakukan oleh sel itu.</p>
<p>RAGI (Yeast)<br />
Nama umum untuk Saccharomyces yakni sejenis cendawan bersel satu, berbentuk bulat lonjong dan memperbanyak diri melalui pembetukan tunas atau pembentukan askospora tetapi tidak membentuk benang-benang miselium. Ragi ada di dalam tubuh kita, dan dalam keadaan normal tidak membahayakan. Namun bila pertumbuhannya tidak terkendali ragi dapat<br />
menimbulkan penyakit (misalnya, penyakit Candida Vulvovaginitis).</p>
<p>REGIMEN<br />
Pedoman mengenai dosis dan cara pakai obat dalam suatu penelitian.</p>
<p>RNA, ASAM RIBONUKLEAT (Ribonucleic Acid)<br />
Molekul yang berkaitan dengan perekaman informasi genetik. Pada retrovirus, RNA juga merupakan pembawa informasi genetik yang digunakan untuk menggandakan virus tersebut.</p>
<p>RESEPTOR (Receptor)<br />
Saraf penerima yang peka terhadap rangsangan pancaindra.</p>
<p>RESISTAN (Resistant)<br />
Sifat tahan atau kebal terhadap suatu obat. Misalnya, setelah lama menggunakan AZT, HIV dapat membuat penggandaan dirinya di dalam tubuh yang tidak bisa lagi diatasi oleh obat ini, dan karena itu disebut resistan terhadap AZT.</p>
<p>RESISTANSI (Resistance)<br />
Kemampuan suatu virus, bakteri, atau jamur untuk menjadi resistan.</p>
<p>SEL CD4 (CD4 Cell)<br />
Sel darah putih yang terbunuh atau tidak berdaya guna lagi selama masa infeksi HIV. Kadar CD4 mencerminkan keadaan sistem kekebalan tubuh yang ada.</p>
<p>SEL PEMBUNUH ALAMI (Natural Killer Cell, NK Cell)<br />
Sebuah tipe limfosit yang tidak dapat membawa pengenal untuk menjadi sel B atau pun sel T. Seperti sel T sitotoksik, sel pembunuh menyerang dan mematikan sel-sel tumor dan melindungi tubuh dari berbagai mikroba penyebab penyakit menular. Disebut &#8220;sel pembunuh&#8221; karena sel-sel ini tidak membutuhkan stimulasi tambahan untuk mengenali antigen tertentu yang akan diserang atau dibunuh.</p>
<p>SENSITIVITAS (Sensitivity)<br />
Terkait dengan tes HIV, daya menemukan antibodi. Suatu tes dengan sensitivitas tinggi akan sedikit sekali menghasilkan pemeriksaan negatif palsu.</p>
<p>SEROKONVERSI (Seroconversion)<br />
Perubahan antibodi terhadap antigen tertentu. Bila antibodi seseorang terhadap HIV atau vaksin percobaan HIV berubah, maka orang tersebut telah mengalami serokonversi dari antibodi-negatif menjadi antibodi positif.</p>
<p>SISTEMIK (Systemic)<br />
Tersebar di seluruh badan. Obat sistemik biasanya diminum atau disuntikkan.</p>
<p>SITOKIN (Cytokine)<br />
Protein yang digunakan sebagai perantara oleh sel-sel sistem kekebalan. Pusat bagi regulasi normal dari respon kekebalan. Bertindak sebagai pembawa pesan kimia di antara sel-sel. Sel CD8 (sel T-penekan) mengeluarkan sitokin yang tampak menghalangi penggandaan diri HIV pada sel-sel yang terinfeksi, paling tidak hingga tahap lanjut penyakit HIV.</p>
<p>SKRINING (Screening)<br />
Tes atau pemeriksaan untuk mengetahui ada kuman seperti HIV, hepatitis atau sifilis (di darah) atau tidak.</p>
<p>SPESIFISITAS (Specificity)<br />
Terkait dengan tes HIV, daya yang membedakan antibodi HIV dari antibodi lain. Suatu tes dengan spesifisitas tinngi akan sedikit sekali menghasilkan pemeriksaan positif palsu.</p>
<p>SUMSUM TULANG (Bone Marrow)<br />
Jaringan lembut yang terletak pada rongga tulang pipa, terutama tulang belakang, tempat sel darah dibentuk.</p>
<p>SURVEILANS (Surveillance)<br />
Mengumpulkan data epidemiologi tentang penjalaran infeksi untuk dipakai dalam merencanakan dan melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan.</p>
<p>SUSUNAN SARAF PUSAT (SSP) (Central Nervous System, CNS)<br />
Susunan saraf yang terdiri dari otak dan saraf tulang belakang yang mengatur gerak sadar kita.</p>
<p>TERAPI KOMBINASI (Combination Therapy)<br />
Pengobatan menggunakan dua jenis obat atau lebih. Selain itu juga menggunakan kombinasi dua tipe pengobatan atau lebih, baik secara bergantian atau pun bersamaan.</p>
<p>TERMINAL<br />
Tahap terakhir penyakit sebelum meninggal.</p>
<p>VAGINOSIS BAKTERI (Bacterial Vaginosis)<br />
Penyakit saluran reproduksi dengan gejala keluarnya cairan yang berbau amis dari vagina. Penyakit ini tidak ditularkan lewat hubungan seks.</p>
<p>VAKSIN (Vaccine)<br />
Virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, yang disuntikkan ke dalam tubuh agar kebal terhadap virus atau bakteri yang sesungguhnya.</p>
<p>VIRAL LOAD<br />
Kadar virus HIV di dalam sirkulasi darah.</p>
<p>VIRUS<br />
Mikroorganisme yang menyebabkan dan menularkan penyakit. Tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa. Virus tidak mampu berkembang atau bereproduksi di luar tubuh tempat ia menetap. Selama penggandaan dirinya, virus mengintegrasikan materi genetiknya (DNA atau RNA) ke dalam sel tempat ia menetap tersebut&#8211;menjadi sebuah provirus&#8211;dan menggunakan mekanisme biologis sel-sel tersebut untuk<br />
mereproduksi partikel virus baru.</p>
<p>WASTING, WASTING SYNDROME<br />
Kehilangan berat badan yang parah pada Odha hingga otot menjadi kisut, yang bisa terjadi meskipun tidak ada infeksi lainnya. Berat badan yang hilang bisa lebih dari 10% dari berat badan semula. Ditambah diare kronis atau rasa lemah yang kronis dan demam hingga lebih dari 30 hari.<br />
Untuk mengatasi sindrom ini diperlukan pengobatan.</p>
<p>ZAT ADIKTIF (Addictive Substance)<br />
Bahan yang lazim disalahgunakan yang menyebabkan ketergantungan, seperti narkotik, alkohol atau sedativa.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimaswibie.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimaswibie.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimaswibie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimaswibie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimaswibie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimaswibie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimaswibie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimaswibie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimaswibie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimaswibie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimaswibie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimaswibie.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=5&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/79b21c260cffd6e1959757d29ea12f9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimaswibie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>