<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dimaswibie's Weblog &#187; Penyakit Kulit</title>
	<atom:link href="http://dimaswibie.wordpress.com/category/penyakit-kulit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dimaswibie.wordpress.com</link>
	<description>Macam-macam Penyakit yang Melanda Masyarakat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Sep 2009 19:34:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dimaswibie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/16d77800ee302eb9bdc86970561598e0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dimaswibie's Weblog &#187; Penyakit Kulit</title>
		<link>http://dimaswibie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dimaswibie.wordpress.com/osd.xml" title="Dimaswibie&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>SCABIES</title>
		<link>http://dimaswibie.wordpress.com/2009/04/25/scabies/</link>
		<comments>http://dimaswibie.wordpress.com/2009/04/25/scabies/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 02:08:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimaswibie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Kulit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaswibie.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Kulit Gatal, Awas Serangan Skabies
 
 APAKAH Anda sering terbangun di malam hari karena merasakan gatal pada                bagian tubuh? Apakah Anda menemukan benjolan kecil pada sela-sela               [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=87&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-family:Trebuchet MS;"><a href="http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2007/12/2/kel3.html" target="_blank"><span style="font-size:medium;">Kulit Gatal, Awas Serangan Skabies</span></a><span style="font-size:x-small;"><br />
<em> </em></span></span></strong></p>
<p class="MsoPlainText"><strong> <span style="font-family:Trebuchet MS;"><span style="font-size:x-small;">APAKAH</span></span></strong><span style="font-family:Trebuchet MS;"><span style="font-size:x-small;"> Anda sering terbangun di malam hari karena merasakan gatal pada                bagian tubuh? Apakah Anda menemukan benjolan kecil pada sela-sela                jari, pinggang, belakang siku, lutut, atau pantat? Bila ya,                kemungkinan Anda terkena penyakit skabies yang disebabkan oleh                sejenis kutu pada kulit. Awas, bisa jadi si kutu kulit ini sedang                asyik menggali terowongan di bawah kulit Anda dan menimbun                telurnya di sana.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"><span style="font-size:x-small;"><span id="more-87"></span><br />
</span></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Trebuchet MS;"><span style="font-size:x-small;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh                sejenis kutu (mite). Ukuran kutu sangat kecil, tidak dapat dilihat                dengan mata telanjang dan hanya dapat dilihat dengan bantuan                mikroskop. Penyakit ini sering disebut kutu badan dan dapat                menular dari manusia ke manusia secara langsung ataupun tidak.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Skabies disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabiei                varian hominis dan dapat melewati seluruh siklus hidupnya pada                tubuh manusia. Kutu ini berbentuk bundar dan memiliki empat pasang                kaki. Dua pasang kaki di bagian depan menonjol ke depan melewati                batas badan dan dua pasang kaki di bagian belakang tidak melewati                batas badan.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Kutu betina berukuran kira-kira 350 mikron (0,35                mm), sedangkan kutu jantan berukuran lebih kecil yaitu setengah                dari ukuran kutu betina. Kutu jantan membuahi kutu betina pada                kulit manusia dan kemudian kutu jantan ini akan mati. Kutu betina                yang berada di lapisan kulit bagian stratum corneum dan stratum                lucidum (lapisan kulit epidermis terluar) membuat terowongan ke                dalam lapisan kulit dengan menggunakan enzim proteolylic yaitu                enzim yang dapat menghancurkan lapisan luar kulit.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Di dalam terowongan inilah kutu betina bertelur                sampai mencapai jumlah 40-50 dan dalam waktu kira-kira 3-5 hari.                Telur itu menetas menjadi hypopi yaitu kutu muda dengan tiga                pasang kaki. Setelah telur menetas, sekitar 90% kutu akan mati,                tetapi yang hidup akan terus melewati berbagai macam fase                kehidupan dan akan menjadi dewasa dalam waktu kira-kira dua                minggu. Kutu betina dewasa yang tidak pernah meninggalkan                terowongannya akan mati setelah 1-2 bulan.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-weight:700;"> <span style="font-size:x-small;">Kontak Kulit</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Varian yang lain dari kutu ini dapat menyerang                binatang peliharaan seperti anjing dan dapat pula menyerang                manusia. Namun, kutu ini tidak dapat bereproduksi di tubuh manusia                dan hanya akan menyebabkan peradangan kulit sementara.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Skabies dapat ditularkan melalui kontak kulit                langsung yang terus menerus dengan penderita skabies. Bersalaman                dan berpelukan secara cepat biasanya tidak menularkan skabies.                Penularan sangat mudah terjadi pada partner seksual dan anggota                keluarga. Penularan juga dapat terjadi dengan cara pemakaian                pakaian, handuk, atau tempat tidur yang bersama-sama.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Skabies menyerang semua usia, semua etnis, semua                tingkatan sosial ekonomi, dan pada segala jenis kelamin. Penyakit                ini sangat berhubungan langsung dengan faktor kepadatan dan                keramaian sehingga sering disebut penyakit &#8220;anak pondok&#8221; karena                seluruh penghuni rumah atau pondok biasanya kena. Penyakit ini                juga berhubungan secara tak langsung dengan faktor kebersihan.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-weight:700;"> <span style="font-size:x-small;">Gejala Penyakit</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Gejala penyakit skabies pada kulit adalah warna                merah, iritasi, gelembung berair, dan gatal, khususnya pada malam                hari. Juga ditemukan garis halus berwarna kemerahan yang umumnya                muncul di bagian kulit yang tipis seperti sela-sela jari tangan                dan kaki, siku, selangkangan dan sekitar kelamin, lipatan paha,                perut bagian bawah, pantat, dan pinggang.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Kutu yang menginfeksi kulit biasanya sekitar 5-15                kutu. Pada bulan pertama gejala jarang terlihat. Gelaja baru                terlihat sebulan setelah infeksi berupa reaksi hipersensitivitas                (suatu reaksi alergi) terhadap kutu, telur, dan scybala (kotoran                dari kutu) yang akan menyebabkan rasa gatal dan kemerahan pada                kulit. Hal ini dapat menyebabkan seseorang tidak merasa menderita                skabies pada bulan pertama dan bisa jadi dalam jangka waktu itu ia                sudah menularkannya kepada orang lain yang selalu kontak secara                dekat dengannya.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Seseorang dengan sistem imun yang rendah dan pada                orang tua dapat berisiko tinggi untuk terkena penyakit skabies                yang lebih parah yang disebut dengan Crusted Scabies. Penderita                dengan sistem imun yang rendah tidak akan menghasilkan antibodi                terhadap kutu skabies sehingga kulit penderita akan terlihat                berwarna sangat merah khususnya pada orang tua dimana akan                terlihat kerak (seperti kerak bekas luka) berwarna putih atau                keabuan dengan sedikit rasa gatal dan populasi kutu akan meningkat                menjadi ratuan bahkan ribuan.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><strong> <span style="font-family:Trebuchet MS;"><span style="font-size:x-small;">Cara                Pengobatan</span></span></strong></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan lewat                shower dengan air yang telah dilarutkan bubuk DDT (Dichloro                Diphenyl Trichloroetan). Alternatif lain adalah dengan mengoleskan                salep yang punya daya miticid (pembunuh kutu) pada bagian kulit                yang terasa gatal dan kemerahan lalu didiamkan selama sekitar 10                jam sebelum dibilas.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Pengobatan lainnya, mandi dengan sabun belerang                (sulfur) karena kandungannya dapat bersifat antiparasit, tetapi                pemakaiannya tidak boleh berlebihan karena dapat membuat kulit                jadi kering. Seluruh keluarga dan yang kontak dekat dengan                penderita sebaiknya diobati dalam jangka waktu yang sama, walaupun                tidak menunjukkan gejala-gejala.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Peralatan sehari-hari sebaiknya dibersihkan setelah                penderita mendapatkan pengobatan karena seseorang dapat dengan                mudah terserang skabies kembali setelah sebelumnya pernah                terserang. Tanpa kulit manusia, kutu skabies dapat hidup kira-kira                48-72 jam. Pada crusted scabies, kutu dapat hidup sampai 7 hari di                luar kulit manusia. Sehingga, direkomendasikan untuk membersihkan                seluruh material (pakaian, handuk, tempat tidur, karpet) yang                kontak dengan penderita selama 3 hari terakhir.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> <span style="font-size:x-small;">Seelebihnya, berkonsultasi ke dokter jika Anda                menemukan dan merasakan gejala-gejala seperti yang sudah                disebutkan itu.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-family:Trebuchet MS;"><span style="font-size:x-small;"><strong>http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2007/12/2/kel3.html</strong><br />
</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimaswibie.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimaswibie.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimaswibie.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimaswibie.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimaswibie.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimaswibie.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimaswibie.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimaswibie.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimaswibie.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimaswibie.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=87&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaswibie.wordpress.com/2009/04/25/scabies/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/79b21c260cffd6e1959757d29ea12f9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimaswibie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>