<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dimaswibie's Weblog &#187; Penyakit Kusta</title>
	<atom:link href="http://dimaswibie.wordpress.com/category/penyakit-kusta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dimaswibie.wordpress.com</link>
	<description>Macam-macam Penyakit yang Melanda Masyarakat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Sep 2009 19:34:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dimaswibie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/16d77800ee302eb9bdc86970561598e0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dimaswibie's Weblog &#187; Penyakit Kusta</title>
		<link>http://dimaswibie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dimaswibie.wordpress.com/osd.xml" title="Dimaswibie&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Ratusan Penderita Kusta Unjukrasa di Banda Aceh</title>
		<link>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/ratusan-penderita-kusta-unjukrasa-di-banda-aceh/</link>
		<comments>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/ratusan-penderita-kusta-unjukrasa-di-banda-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 12:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimaswibie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Kusta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaswibie.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan Penderita Kusta Unjukrasa di Banda Aceh
 
 
 Ratusan penderita penyakit kusta di kota Banda Aceh, Jumat (26/1), melakukan unjukrasa dalam bentuk berjalan kaki secara berkonvoi menempuh jalan-jalan utama diibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Mereka yang selama ini menderita penyakit kusta banyak menekuni profesi sebagai pengemis jalanan di sejumlah persimpangan jalan utama di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=15&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;text-align:center;"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">Ratusan Penderita Kusta Unjukrasa di Banda Aceh</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;text-align:left;"><strong><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;text-align:left;"><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:left;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span> </span>Ratusan penderita penyakit kusta di kota Banda Aceh, Jumat (26/1), melakukan unjukrasa dalam bentuk berjalan kaki secara berkonvoi menempuh jalan-jalan utama diibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Mereka yang selama ini menderita penyakit kusta banyak menekuni profesi sebagai pengemis jalanan di sejumlah persimpangan jalan utama di kota Banda Aceh melakukan aksi unjukrasa secara tertib untuk menyambut peringatan hari penyakit  kusta se-dunia 2007.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:left;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span id="more-15"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:left;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dalam agenda yang disebarkan kepada pers disebutkan pera penderita penyakit kusta berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman di jantung kota Banda Aceh untuk bergerak secara berkonvoi mengelilingi kota dengan tujuan di lapangan terbuka Blang Padang.Rute perjalanan berkonvoi yang ditempuh penderita penyakit kusta itu meliputi Bundaran Simpang Lima, Pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Simpang Kodim-0101, Pendopo gubernuran Aceh, Simpang Jam dan Blang Padang sebagai tujuan akhir. para penderita penyakit kusta bergerak secara berkonvoi mulai pukul 09.00 WIB, termasuk anak-anak dan bayi dalam gendongan, sementara bagi yang tidak mampu berjalan kaki ikut berkonvoi dengan kendaraan becak menuju lapangan Blang Padang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:left;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Ditengah cuaca panas di lapangan Blang Padang, para penderita penyakit kusta mendengar orasi yang sampaikan pimpinannya dengan meminta pemerintah menaruh perhatian terhadap nasib mereka yang selama ini menderita penyakit kusta dan masa depan ana-anaknya. Yang sangat kami harapkan adanya perhatian dan kepedulian optimal dari berbagai instansi terkait, terutama pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam karena penderita penyakit kusta juga bagi dari kehidupan anak bangsa dan harus dirangkul bersama. </span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dalam agenda yang ditetapkan, para penderita penyakit kusta akan bertahan di lapangan Blang Padang hingga selesai sembahyang Jumat secara berjamah sesama penderita penyakit kusta dengan imam dan pembaca kutbah dari kaumnya sendiri.</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Selesai makan siang dan shalat Jumat di lapangan Blang Padang para penderita penyakit kusta membubarkan diri dan kembali ketempatnya masing-masing untuk melakukan aktivitas kembali dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimaswibie.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimaswibie.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimaswibie.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimaswibie.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimaswibie.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimaswibie.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimaswibie.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimaswibie.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimaswibie.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimaswibie.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimaswibie.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimaswibie.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=15&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/ratusan-penderita-kusta-unjukrasa-di-banda-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/79b21c260cffd6e1959757d29ea12f9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimaswibie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Peringkat Empat Dunia</title>
		<link>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/indonesia-peringkat-empat-dunia/</link>
		<comments>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/indonesia-peringkat-empat-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 12:35:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimaswibie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Kusta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaswibie.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia Peringkat Empat Dunia
untuk Penyakit Kusta

Jakarta, Sinar Harapan
Penyakit kusta tersebar di Indonesia secara tidak merata dengan angka penderita yang terdaftar sangat bervariasi menurut propinsi dan kabupaten. Secara nasional, Indonesia telah mencapai eliminasi sejak pertengahan tahun 2000. Menurut Ketua Perhimpunan Doker Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin Prof Hardianto, untuk tingkat provinsi dan kabupaten hingga akhir tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=13&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;">Indonesia Peringkat Empat Dunia<br />
untuk Penyakit Kusta<br />
</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Jakarta, Sinar Harapan<br />
Penyakit kusta tersebar di Indonesia secara tidak merata dengan angka penderita yang terdaftar sangat bervariasi menurut propinsi dan kabupaten. Secara nasional, Indonesia telah mencapai eliminasi sejak pertengahan tahun 2000. Menurut Ketua Perhimpunan Doker Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin Prof Hardianto, untuk tingkat provinsi dan kabupaten hingga akhir tahun 2002 masih ada 12 provinsi dan 111 kabupaten yang angka prevalensinya penderita penyakit kusta masih di atas 1 per 10.000 penduduk. Hal itu disampaikannya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (20/1). Secara geografis, daerah yang belum mencapai eliminasi ini sebagian besar terletak di Indonesia bagian Timur yang wilayahnya sulit dijangkau seperti Papua, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu daerah konflik seperti Nanggroe Aceh Darusalam (NAD), Maluku dan daerah dengan jumlah penduduk yang tinggi seperti Jawa Timur, Sulawesi dan Kalimantan Selatan.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-13"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><br />
Data WHO pada akhir 2001 untuk penderita penyakit kusta menunjukkan bahwa Indonesia masih menduduki peringkat ke-4 di dunia setelah India, Brazil dan Nepal. Sedangkan di wilayah Asia Tenggara jumlah penderita penyakit kusta di Indonesia menempati urutan ke-3 setelah India dan Nepal. Salah satu kendalanya adalah letak geografis yang sulit dijangkau dan penempatan dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin di daerah-daerah terpencil. Meski demikian, dalam kurun waktu 10 tahun jumlah penderita penyakit kusta dapat diturunkan secara drastis dari lebih 100.000 penderita menjadi kurang dari satu per enam (17.137) penderita penyakit kusta pada Desember 2001. Khusus untuk dokter spesialis, Hardianto menambahkan 90% yang mengambil spesialis kulit dan kelamin adalah wanita. “Sulitnya, jika mereka akan ditempatkan di daerah yang jauh. Mereka sering beri alasan mengikuti tugas suami,” ujarnya.<br />
Selain itu sistem pendidikan di Indonesia sangat kompleks. Di Indonesia ada dua jalur pendidikan yakni jalur akademik dan profesional. Jalur akademik dikenal dengan S1 sampai dengan S3, sedangkan jalur profesional mulai dari D0 sampai dengan D3. Berbeda dengan pendidikan di Inggris, di Indonesia untuk tingkat pasca sarjana tidak dikenal diploma pasca sarjana. Yang menjadi keluhan di perguruan tinggi adalah dermatoloid. Dermatoloid ini bukan spesialis penyakit kulit dan kelamin, namun sering memberikan pelayanan layaknya spesialis kulit dan kelamin.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Penyakit kusta adalah penyakit menahun yang disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium leprae). Penyakit tersebut sering menyerang syaraf tepi dan kulit. Penularan penyakit kusta secara pasti belum diketahui. Sebagian besar ahli berpendapat kusta dapat menular melalui udara dan dengan adanya kontak kulit dengan kulit penderita yang berlangsung lama. Kusta yang menular adalah kusta tipe basah yang belum mendapat pengobatan. Masa inkubasinya berlangsng lama, rata-rata 2-5 tahun bahkan bisa mencapai 40 tahun.<br />
Penyakit ini merupakan penyakit yang sudah lama ada di dunia. Dari literatur diketahui bahwa di India, kusta sudah ada sejak 600 sm dan di Cina ditemukan pada 400 SM. Kata kusta sendiri berasal dari bahasa sansekerta yang berarti hilangkan. Pada zaman dahulu dimana pengobatan belum ada, maka beberapa penderita dibakar hidup-hidup atau ditenggelamkan. Rasa takut penya kusta masyarakat sangat tinggi karena penderita penyakit kusta tanpa pengobatan mengakibatkan cacat yang mengerikan.</span></p>
<p>Dua Tipe<br />
penyakit kusta memiliki 2 tipe yakni tipe kering atau paucibacillary (PB) dan tipe basah atau multibacillary (MB). Tanda-tanda dini dari PB adalah adanya bercak seperti panu mati rasa pada kulit, sedangkan untuk tipe MB adalah adanya penebalan kulit atau bentol-bentol kecil kemerahan yang mula-mula kurang terasa dan lama kelamaan menjadi mati rasa. Dengan ditemukannya pengobatan kombinasi rifampicin, lampren dan dapson, maka penyakit kusta dapat disembuhkan. Bila penyakit ini cepat ditemukan, maka pengobatan dapat mudah dilakukan dan penderita sembuh tanpa cacat. Namun jika terlambat, maka penderita akan sembuh tetapi mengalami kecacatan.<br />
Saat ini tidak sedikit penderita kusta berada di jalan-jalan sebagai pengemis. Menurut Suharno, salah seorang direktur dari Departemen Sosial mengatakanpara penderita kusta yang sering menjadi pengemis di jalan-jalan telah melanggar norma masyarakat dengan memanfaatkan kecacatannya guna mendapatkan penghasilan yang lebih baik bila dibandingkan menjadi petani atau peternak yang dikelola oleh panti.<br />
Pembinaan yang dilakukan di panti dilakukan sesuai dengan norma masyarakat. “Jadi apa yang dilajkukan penderita penyakit kusta di jalan-jalan seperti menjadi pengemis merupakan sebuah pelanggaran norma kehidupan,” kata Suharno.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimaswibie.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimaswibie.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimaswibie.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimaswibie.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimaswibie.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimaswibie.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimaswibie.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimaswibie.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimaswibie.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimaswibie.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimaswibie.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimaswibie.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=13&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/indonesia-peringkat-empat-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/79b21c260cffd6e1959757d29ea12f9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimaswibie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Penyakit Kusta Itu?</title>
		<link>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/apakah-penyakit-kusta-itu/</link>
		<comments>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/apakah-penyakit-kusta-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 12:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimaswibie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Kusta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaswibie.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Penyakit Kusta Itu? 


 Pernakah anda mendengar tentang Penyakit Kusta? Penyakit bentuk apakah itu? berasal dari kutukankah? atau guna-guna? Percayakah anda PENYAKIT KUSTA bisa sembuh? Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang biasa terlontar dari mulut orang awam yang belum kenal dan mengerti apa itu penyakit kusta.
PENYAKIT KUSTA adalah penyakit yang disebabkan kuman/bakteri yang bernama (mycobacterium [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=12&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Apakah Penyakit Kusta Itu?</span></strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"></p>
<hr size="1" /></span></div>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> Pernakah anda mendengar tentang Penyakit Kusta? Penyakit bentuk apakah itu? berasal dari kutukankah? atau guna-guna? Percayakah anda PENYAKIT KUSTA bisa sembuh?</span> Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang biasa terlontar dari mulut orang awam yang belum kenal dan mengerti apa itu penyakit kusta.<br />
PENYAKIT KUSTA adalah penyakit yang disebabkan kuman/bakteri yang bernama (mycobacterium Leprae), penyakit kusta ini menyerang saraf tepi seseorang yang akhirnya meyebabkan syaraf tepi orang tersebut menjadi mati rasa (tetapi jika berobat cepat hal ini dapat dicegah), penyakit kusta ini adalah penyakit menular yang penularannya tidak gampang, sebab menurut penelitian tidak semua manusia di dunia yang bisa terinfeksi penyakit Kusta, buktinya banyak kita tidak tahu jika sudah berhubungan sosial dengan orang lain tetapi tidak tahu jika orang tersebut adalah penderita kusta……. Tapi kok tidak kena kusta sampai sekarang?? Iya kan… contohnya dokter dan perawat, jadi hanya jenis antibody tertentu yang dapat kena penyakit ini.</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-12"></span></p>
<p>Ciri-ciri umum PENYAKIT KUSTA adalah bercak putih kemerahan (seperti panu) yang mati rasa dan terkadang di tepinya terdapat penebalan seperti kurap. Jika bercak ini lebih dari 5 maka itu disebut tipe kuman yang banyak biasa disebut MULTI BASILAR/MB, sedangkan jika bercaknya kurang dari 5 maka disebut PAUSI BASILAR/PB (Bukan Fausi Badila hehehe….) dikatakan basil sebab kumannya berbentuk batang. Pengobatan PENYAKIT KUSTA disebut MULTI DRUGS TREATMENT (MDT). Cara pengobatan PENYAKIT KUSTA adalah dengan pengobatan rutin/setiap hari, untuk tipe Pausi Basilar/PB membutuhkan pengobatan 6 (enam) bulan, sedangkan untuk tipe Multi Basilar/MB membutuhkan pengobatan selama 1 (satu) tahun. Wahhh…. Lama benar yaaa?? Lah iya lah ini kan untuk mematikan kuman yang ada didalam badan yang juga perkembangannya cukup lama sebab perkembangan penyakit kusta bisa sampai 5 tahun, tetapi jika seorang penderita penyakit kusta sudah meminum obat maka kuman kusta itu sudah tidak dapat lagi menular ke orang lain, bagaimana dengan hewan? Hewan tidak dapat menularkan penyakit ini kemanusia. Oh iya obat penyakit kusta sudah GRATIS bisa didapat di puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah, tetapi ini bukan obat murah tetapi obat ini bantuan dari organisasi kesehatan dunia.</p>
<p>Kebanyakan penderita penyakit kusta mengalami kecacatan disebabkan keterlambatan orang tersebut untuk meminum obat atau meminum obat itu dengan tidak sempurna atau pengobatannya tidak tuntas, jika penderita penyakit kusta meminum obat dengan cepat maka kecacatan akibat saraf tepi yang mati tadi dapat di cegah atau dihindari. Jadi intinya kita tidak boleh menjauhi orang yang menderita penyakit kusta, karena penularan penyakit kusta tidak semudah yang kita bayangkan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimaswibie.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimaswibie.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimaswibie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimaswibie.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimaswibie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimaswibie.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimaswibie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimaswibie.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimaswibie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimaswibie.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimaswibie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimaswibie.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimaswibie.wordpress.com&blog=3172192&post=12&subd=dimaswibie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaswibie.wordpress.com/2008/05/02/apakah-penyakit-kusta-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/79b21c260cffd6e1959757d29ea12f9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimaswibie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>