Posted by: dimaswibie | April 25, 2009

SCABIES

Kulit Gatal, Awas Serangan Skabies

APAKAH Anda sering terbangun di malam hari karena merasakan gatal pada bagian tubuh? Apakah Anda menemukan benjolan kecil pada sela-sela jari, pinggang, belakang siku, lutut, atau pantat? Bila ya, kemungkinan Anda terkena penyakit skabies yang disebabkan oleh sejenis kutu pada kulit. Awas, bisa jadi si kutu kulit ini sedang asyik menggali terowongan di bawah kulit Anda dan menimbun telurnya di sana.


————

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh sejenis kutu (mite). Ukuran kutu sangat kecil, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Penyakit ini sering disebut kutu badan dan dapat menular dari manusia ke manusia secara langsung ataupun tidak.

Skabies disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabiei varian hominis dan dapat melewati seluruh siklus hidupnya pada tubuh manusia. Kutu ini berbentuk bundar dan memiliki empat pasang kaki. Dua pasang kaki di bagian depan menonjol ke depan melewati batas badan dan dua pasang kaki di bagian belakang tidak melewati batas badan.

Kutu betina berukuran kira-kira 350 mikron (0,35 mm), sedangkan kutu jantan berukuran lebih kecil yaitu setengah dari ukuran kutu betina. Kutu jantan membuahi kutu betina pada kulit manusia dan kemudian kutu jantan ini akan mati. Kutu betina yang berada di lapisan kulit bagian stratum corneum dan stratum lucidum (lapisan kulit epidermis terluar) membuat terowongan ke dalam lapisan kulit dengan menggunakan enzim proteolylic yaitu enzim yang dapat menghancurkan lapisan luar kulit.

Di dalam terowongan inilah kutu betina bertelur sampai mencapai jumlah 40-50 dan dalam waktu kira-kira 3-5 hari. Telur itu menetas menjadi hypopi yaitu kutu muda dengan tiga pasang kaki. Setelah telur menetas, sekitar 90% kutu akan mati, tetapi yang hidup akan terus melewati berbagai macam fase kehidupan dan akan menjadi dewasa dalam waktu kira-kira dua minggu. Kutu betina dewasa yang tidak pernah meninggalkan terowongannya akan mati setelah 1-2 bulan.

Kontak Kulit

Varian yang lain dari kutu ini dapat menyerang binatang peliharaan seperti anjing dan dapat pula menyerang manusia. Namun, kutu ini tidak dapat bereproduksi di tubuh manusia dan hanya akan menyebabkan peradangan kulit sementara.

Skabies dapat ditularkan melalui kontak kulit langsung yang terus menerus dengan penderita skabies. Bersalaman dan berpelukan secara cepat biasanya tidak menularkan skabies. Penularan sangat mudah terjadi pada partner seksual dan anggota keluarga. Penularan juga dapat terjadi dengan cara pemakaian pakaian, handuk, atau tempat tidur yang bersama-sama.

Skabies menyerang semua usia, semua etnis, semua tingkatan sosial ekonomi, dan pada segala jenis kelamin. Penyakit ini sangat berhubungan langsung dengan faktor kepadatan dan keramaian sehingga sering disebut penyakit “anak pondok” karena seluruh penghuni rumah atau pondok biasanya kena. Penyakit ini juga berhubungan secara tak langsung dengan faktor kebersihan.

Gejala Penyakit

Gejala penyakit skabies pada kulit adalah warna merah, iritasi, gelembung berair, dan gatal, khususnya pada malam hari. Juga ditemukan garis halus berwarna kemerahan yang umumnya muncul di bagian kulit yang tipis seperti sela-sela jari tangan dan kaki, siku, selangkangan dan sekitar kelamin, lipatan paha, perut bagian bawah, pantat, dan pinggang.

Kutu yang menginfeksi kulit biasanya sekitar 5-15 kutu. Pada bulan pertama gejala jarang terlihat. Gelaja baru terlihat sebulan setelah infeksi berupa reaksi hipersensitivitas (suatu reaksi alergi) terhadap kutu, telur, dan scybala (kotoran dari kutu) yang akan menyebabkan rasa gatal dan kemerahan pada kulit. Hal ini dapat menyebabkan seseorang tidak merasa menderita skabies pada bulan pertama dan bisa jadi dalam jangka waktu itu ia sudah menularkannya kepada orang lain yang selalu kontak secara dekat dengannya.

Seseorang dengan sistem imun yang rendah dan pada orang tua dapat berisiko tinggi untuk terkena penyakit skabies yang lebih parah yang disebut dengan Crusted Scabies. Penderita dengan sistem imun yang rendah tidak akan menghasilkan antibodi terhadap kutu skabies sehingga kulit penderita akan terlihat berwarna sangat merah khususnya pada orang tua dimana akan terlihat kerak (seperti kerak bekas luka) berwarna putih atau keabuan dengan sedikit rasa gatal dan populasi kutu akan meningkat menjadi ratuan bahkan ribuan.

Cara Pengobatan

Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan lewat shower dengan air yang telah dilarutkan bubuk DDT (Dichloro Diphenyl Trichloroetan). Alternatif lain adalah dengan mengoleskan salep yang punya daya miticid (pembunuh kutu) pada bagian kulit yang terasa gatal dan kemerahan lalu didiamkan selama sekitar 10 jam sebelum dibilas.

Pengobatan lainnya, mandi dengan sabun belerang (sulfur) karena kandungannya dapat bersifat antiparasit, tetapi pemakaiannya tidak boleh berlebihan karena dapat membuat kulit jadi kering. Seluruh keluarga dan yang kontak dekat dengan penderita sebaiknya diobati dalam jangka waktu yang sama, walaupun tidak menunjukkan gejala-gejala.

Peralatan sehari-hari sebaiknya dibersihkan setelah penderita mendapatkan pengobatan karena seseorang dapat dengan mudah terserang skabies kembali setelah sebelumnya pernah terserang. Tanpa kulit manusia, kutu skabies dapat hidup kira-kira 48-72 jam. Pada crusted scabies, kutu dapat hidup sampai 7 hari di luar kulit manusia. Sehingga, direkomendasikan untuk membersihkan seluruh material (pakaian, handuk, tempat tidur, karpet) yang kontak dengan penderita selama 3 hari terakhir.

Seelebihnya, berkonsultasi ke dokter jika Anda menemukan dan merasakan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan itu.

http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2007/12/2/kel3.html


Responses

  1. MY brothEr binUn Ne nGediT bLOg’a…
    khiiikhiiikhiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii……..

    Ywd GOOD LUCK dec Wat Uas ye YupZZZ…
    hohohohooohoooooooooooooooooo………..

    ceMangat…
    Cemangat…
    Cemangat…

  2. scabies too menular ga???

    • maaf baru saya bales…scabies itu menular, jadi kita harus hati2.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: